nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setubuhi ABG hingga Hamil, Oknum Mahasiswa di Tangsel Diciduk Polisi

Hambali, Jurnalis · Kamis 22 Maret 2018 22:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 22 338 1876643 setubuhi-abg-hingga-hamil-oknum-mahasiswa-di-tangsel-diciduk-polisi-gk5Meqa7Vm.jpg Ilustrasi penangkapan pelaku pelecehan seksual. (Foto: Shutterstock)

TANGERANG SELATAN – Seorang mahasiswa berinisial A (24) dijemput personel Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangsel. Dia dilaporkan telah melakukan tindakan asusila terhadap seorang anak baru gede (ABG), LA (16), hingga hamil.

Aksi bejat pelaku dilakukan pada Selasa 16 Januari 2018, sekira pukul 19.00 WIB. Awalnya LA dijemput dan diajak ke suatu kontrakan yang berada di wilayah Puri Serpong, Setu, Tangsel. Dikarenakan status hubungan keduanya berpacaran, LA tidak merasa curiga dan menuruti ajakan pelaku.

(Baca: Guru Hamili Murid, Bayinya Lalu Dibuang)

"Di kontrakan tersebut, tersangka mengajak korban bersetubuh. Setelah melakukan persetubuhan, tersangka berkata kepada korban bahwa dirinya akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu," terang Kasatreskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho Hadi, Kamis (22/3/2018).

Akibat tertipu bujuk rayu A yang mengaku akan bertanggung jawab, LA lantas tak menceritakan kejadian itu kepada orangtuanya. Namun seiring waktu, perubahan fisik mulai terlihat di tubuh LA. Kondisi demikian sontak membuat keluarga curiga.

"Korban menceritakan apa yang sudah dialaminya kepada pihak keluarga. Lalu pihak keluarga melaporkannya ke polisi dengan melampirkan hasil visum," jelas Alex.

(Baca: Setubuhi Siswi di Tangsel hingga Hamil, Rahmat Ditangkap Polisi)

Berdasarkan laporan nomor LP/160/K/II/2018/SPKT/Res Tangsel tertanggal 14 Februari 2018, Unit PPA segera bertindak dan meringkus A pada Selasa 20 Maret. Barang bukti yang diamankan adalah pakaian yang dikenakan LA saat terjadinya persetubuhan.

"Korban tengah hamil dan diperkirakan usia kandungannya 7 hingga 8 minggu," jelasnya.

Atas perbuatannya, A dijerat dengan dakwaan persetubuhan dan/atau pencabulan terhadap anak di bawah umur, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 dan/atau Pasal 82 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 atas Perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini