Merasa Diintimidasi saat Liputan, Wartawan Ini Laporkan Sekuriti Alexis ke Polisi

Badriyanto, Okezone · Jum'at 23 Maret 2018 21:26 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 23 338 1877220 merasa-diintimidasi-saat-liputan-wartawan-ini-laporkan-sekuriti-alexis-ke-polisi-I0EwT8erVv.jpg Wartawan media online Adi Wijaya melaporkan sekuriti Hotel Alexis ke Polda Metro Jaya, pada Jumat (23/3/2018), lantaran merasa diintimidasi saat liputan di Hotel Alexis di Jalan RE Martadinata, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, pada Kamis 22 Maret 2018. (

JAKARTA – Seorang wartawan media online infonitas.com, M Adi Wijaya, melaporkan sekuriti Hotel Alexis atas tuduhan pidana bidang pers. Petugas keamanan Alexis yang belum diketahui namanya itu diduga mengintimidasi pelapor yang bertugas meliput kegiatan penutupan Alexis yang rencananya dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Diketahui, pada Kamis, 22 Maret 2018, beredar informasi Pemprov DKI Jakarta mengerahkan pasukan Satpol PP dibantu TNI dan Polri untuk menutup kegiatan usaha Alexis di Jalan RE Martadinata, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Informasi itu bocor ke publik sehingga banyak awak media yang berbondong-bondong ke lokasi.

"Hari ini saya laporkan kejadian yang kemarin di Alexis, ke Polda Metro Jaya," ungkap Adi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Adi menceritakan ihwal kejadian intimidasi yang diduga dilakukan oknum sekuriti tersebut. Awalnya, ia bersama rekan-rekan pewarta lainnya tidak dihadang sekuriti berseragam masuk area Alexis. Setelah menunjukkan ID card pers masing-masing, Adi dan rekannya diarahkan ke bagian Humas Alexis.

"Tapi, saat saya ikuti ternyata dibawa ke pos pintu keluar Alexis. Di sana bukannya ketemu Humas malah bertemu sekuriti tak berseragam. Ada 8 orang. Di sana saya dicecar pertanyaan tendensius ke arah intimidasi," kata Adi.

(Baca Juga: Ditanya Penutupan Hotel Alexis, Kasatpol PP DKI Ngeluh Sakit Gigi)

Bahkan, lanjut dia, delapan sekuriti berseragam itu tidak percaya dengan pengakuannya sebagai wartawan, justru dipaksa mengaku sebagai anggota polisi. Padahal, ia sudah menunjukkan ID card pers.

"Waktu itu oleh dia enggak boleh keluar. Saya 1 jam di sana, bisa keluar saat ada wartawan juga yang ke sana. Saat itu ada tiga orang wartawan, 2 orang lagi saya minta tolong hubungi wartawan lainnya kalau saya di sana, jadi yang ke pos hanya saya. Kekerasan fisik enggak ada, tapi intimidasi saja," pungkasnya.

(Baca Juga: Penutupan Alexis Ditunda, Anies: Belum Ada Perintah dari Saya)

Laporan Adi itu diterima polisi dengan nomor LP/1601/III/2018/PMJ/Dit. Reskrimum tertanggal 23 Maret 2018. Dalam laporan itu terlapor masih lidik dan terancam dijerat Pasal 18 Ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

 

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini