nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anies Dongkrak Target Pendapatan Pajak Kendaraan Rp8 Triliun di 2018

Badriyanto, Jurnalis · Senin 26 Maret 2018 15:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 26 338 1878009 anies-dongkrak-target-pendapatan-pajak-kendaraan-rp8-triliun-di-2018-5vTOSu8aSI.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan memasang target tinggi pendapatan pajak dari kendaraan bermotor di 2018 ini. Berdasarkan hasil keputusan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, pajak dari kendaraan bermotor itu mencapai hingga Rp8 triliun atau lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Anies, target itu sengaja dinaikkan karena pada 2017 pendapatan pajak kendaraan melebihi target hingga 103 persen, dari target Rp7,7 triliun ternyata terlaksana Rp8 triliun. Sehingga, pencapaian di 2017 itu dijadikan target untuk periode tahun berikutnya.

"Proyeksi 2018, pajak kendaraan bermotor kita proyeksikan tahun ini Rp8 triliun, kemudian biaya balik nama kendaraan bermotor Rp5,7 triliun. Alhamdulillah per saat ini, per 26 Maret 2018, kita sudah berhasil mendapatkan 22,8 persen dari semua target," kata Anies saat hadiri peresmian Samsat Digital di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (26/3/2018).

(Baca Juga: Sandiaga Kaget Masih Menemukan Makanan Seharga Rp1.000)

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu optimis target itu akan tercapai, apalagi ditopang dengan terobosan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya yang mempermudah sistem pembayaran pajak dengan peluncuran Samsat Digital dan Pembayaran Non-Tunai.

"Karena itu, saya atas nama Pemprov DKI Jakarta secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kapolda (Irjen Idham Azis), Dirlantas (Kombes Halim Pagarra), yang sudah melakukan terobosan bersama ini dan juga Bank DKI Jakarta," imbuhnya.

Dikatakan Anies, selama ini masyarakat masih banyak yang malas membayar pajak karena faktor pelayanan yang terkesan lama. Bahkan, catatan Anies hingga kini ada sebanyak 7,1 juta kendaraan roda dua dan 2,4 juta roda empat yang belum melakukan pendaftaran ulang atau bayar pajak.

Sekadar informasi, tepat hari ini Polda Metro Jaya resmi meluncurkan sistem layanan Samsat Digital dan Pembayaran Non-Tunai. Sistem itu diharapkan mempermudah dan menghindari praktik pungutan liar (pungli) bagi masyarakat yang hendak mengurus atau memperpanjang surat-surat dan pembayaran pajak kendaraan bermotor mereka.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini