Posnya Diserang dan Dibakar, Ketua Pemuda Pancasila Bekasi: Kami Sudah Lapor Polisi

Djamhari, Okezone · Rabu 28 Maret 2018 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 28 338 1879071 posnya-diserang-dan-dibakar-ketua-pemuda-pancasila-bekasi-kami-sudah-lapor-polisi-kTYPPFuQvD.jpg Pos Pemuda Pancasila di Kawasan Bekasi Dibakar Sekelompok Orang (foto: Djamhari/Okezone)

BEKASI - Ketua Pemuda Pancasila Kota Bekasi Ariyes Budiman sudah melaporkan kasus pembakaran pos dan mobil operasionalnya di Jalan Gamprit, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat ke pihak kepolisian.

Ariyes diduga penyerangan dan pembakaran posnya merupakan upaya balas dendam atas aksi pengeroyokan puluhan anggota Ormas PP, sepekan lalu. Menurutnya, memang pada sepekan lalu ada kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh puluhan pemuda mengaku dari Ormas PP.

(Baca Juga: Pos Pemuda Pancasila di Bekasi Diserang dan Dibakar Sekelompok Orang)

Meski demikian, diakui Ariyes, dalam kasus itu dia tak menampik apabila ada satu anggotanya itu terlibat dan ditangkap atasnama Adli (19). Namun dia bukan anggota melainkan hanya simpatisan.

"Saya tidak tahu kasus ini terkait apa tidak, yang jelas kami sudah lapor polisi untuk kasus saat ini," ujar Ariyes kepada wartawan, Rabu (28/3/2018).

Ariyes menjelaskan, kasus pengerusakan dan pembakaran itu terjadi sekitar pukul 00.00 WIB, dan diketahui dilakukan oleh puluhan orang tak dikenal yang datang menggunakan sepeda motor ke lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan anak buahnya, ada sekira 15 sepeda motor ditumpangi masing-masing dua orang datang ke lokasi. Saat itu dua anak buahnya tak berani mendekat sehingga meninggalkan lokasi. Alhasil, kata Ariyes, tak lama kemudian saat anak buahnya kembali ke lokasi, mereka melihat pos semi permanen yang identik dengan warna loreng oranye dan mobil operasional PP PAC Pondok Gede sudah dalam kondisi terbakar.

Adapun terkait soal pengeroyokan, Ariyes menjelaskan kalau peristiwa pengeroyokan bermula, saat anggota TNI AU Praka Ade Septiyanto sedang jualan durian, tiba-tiba sekira 15 pemuda mengaku anggota PP meminta durian dengan memaksa, dan kasar.

(Baca Juga: Bela Penjual Durian, TNI Babak Belur Dihajar Belasan Anggota Ormas)

Lanjut Ariyes, saat itu perlakuan para pemuda itu tak digubris sang anggota TNI AU yang enggan memberi, sehingga terjadi keributan. Saat bersamaan, satu anggota TNI AU bernama Praka Hendrik Kereh datang membantu.

Alhasil, keduanya pun dikeroyok dan dipukuli menggunakan durian. Praka Ade mengalami luka memar akibat pukulan itu.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini