nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Tempat Hiburan di Jakbar Bakal Bernasib Serupa Alexis

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 30 Maret 2018 07:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 30 338 1879993 2-tempat-hiburan-di-jakbar-bakal-bernasib-serupa-alexis-Fgw9TU4w67.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terlihat sedang menunjukkan taringnya untuk menegakkan Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang kepariwisataan. Baru - baru ini masyarakat sempat digegerkan dengan ketegasan seorang Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dengan menutup selamanya Hotel Alexis lantaran sudah melanggar regulasi yang berlaku.

Kini, ternyata akan ada dua tempat hiburan yang nasibnya bakal seperti Hotel Alexis. Namun, lokasinya berbeda, yakni berada di kawasan Jakarta Barat.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Yani Wahyu mengatakan, pihaknya telah mendapat surat permintaan penutupan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud).

"Ada beberapa jenis usaha, ada dua ya. Saya baru mendapat surat dari Disparbud (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan), ya, permohonan penutupan,” kata Yani saat dikonfirmasi, Jumat (30/3/2018).

Yani menjelaskan, tempat usaha yang akan ditutup itu bergerak di jasa pemijatan dan diskotek. Ketika disinggung kesalahan apa yang mereka lakukan, ia mengaku belum membaca surat tersebut secara detail.

“Dua usaha, satu griya pijat, satu diskotek atau apa gitu ya, di Jakarta Barat," ujarnya.

Saat ditanyai perihal nama tempat usahanya, ia kembali enggan menjelaskan. Ia malah memerintahkan awak media menanyakan langsung kepada Disparbud. Sebab, pihaknya hanya memiliki kewenangan untuk menutup dan menjalankan permintaan dari Disparbud.

"Silakah ke Disparbud," singkatnya.

Sebelumya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menegaskan, dirinya akan menutup hiburan malam yang melakukan praktik prostitusi. Ia pun berjanji tidak akan memberi ampun bagi pengusaha hiburan malam yang menyalahgunakan perizinan.

"Pokoknya kalau Anda menemukan laporkan, kita akan melakukan penyelidikan," katanya kepada wartawan di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, kemarin.

Anies menegaskan, pihaknya mengklaim bahwa dalam penetapan aturan sudah standar operasional prosedur (SOP), sehingga dalam melakukan penindakan terhadap tempat hiburan malam yang masih mempraktikan prostitusi.

"Justru sekarang itu dengan kita memiliki peraturan dan SOP yang jelas maka langkah hukumnya jelas, kalau kita menemukan penyimpangan maka kita akan lakukan penindakan," tutupnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini