nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Molor dari Target, Begini Nasib Gedung DPRD Tangsel yang Menelan Dana Rp136 Miliar

Hambali, Jurnalis · Jum'at 30 Maret 2018 08:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 30 338 1879996 molor-dari-target-begini-nasib-gedung-dprd-tangsel-yang-menelan-dana-rp136-miliar-TTxd3c0rme.jpg Gedung DPRD Tangsel (Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN - Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hingga kini masih dalam proses pembangunan. Gedung empat lantai berlokasi di Puspiptek, Setu itu sedianya rampung dan bisa beroperasi akhir 2017, tapi hingga kini belum bisa dihuni.

Proses pengerjaan gedung di lahan seluas sekira 2 hektare itu dimulai sejak 2015. Total anggaran yang sudah digelontorkan mencapai Rp136 miliar. Dana tersebut telah habis dalam tiga tahap pembangunan, yakni tahap pertama sekira Rp27 miliar, tahap kedua Rp50 miliar, dan tahap ketiga Rp36 miliar.

Pantauan Okezone, Jumat (30/3/2018), terlihat beberapa bagian dalam dan luar gedung belum siap digunakan. Bahkan diketahui, sedang ada pengajuan proyek lelang bagi pengerjaan tahap empat, di mana harus kembali merogoh kocek APBD hingga Rp18 miliar.

Pengerjaan sarana dan prasarana (Sarpras) yang masuk dalam penganggaran tahap tiga akan dianggarkan kembali dalam tahap empat.

"Ini akan masuk ke tahap empat, jadi mau persiapan lelang interior, lift dan sarpras, kurang lebih anggarannya mencapai Rp18 miliar," kata Hendri Sumawijaya, Kabid Bangunan dan Perkantoran Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR).

 

Gedung DPRD Tangsel bagian dalam (Hambali/Okezone)

Menurut Hendri, terhitung sejak Januari hingga Juni 2018, pembangunan akhir tahap tiga masuk dalam fase pemeliharaan. Setelah itu, barulah lelang tahap empat berjalan melalui mekanisme yang ada di Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Dia menargetkan, jika tahapan lelang telah berjalan, maka kemungkinan enam bulan sesudahnya pembangunan tahap keempat akan selesai.

"Nanti dilelang (tahap 4), berkasnya itu di ULP. Kalau kami kan tinggal menunggu penetapan saja, SPBJ, kontrak langsung kerja.Target dikontrak kita waktunya sekira enam bulan pelaksanaan, harapannya akhir tahun selesai. Dalam satu tahun anggaran, ini sudah selesai semua," imbuhnya.

Kondisi demikian, tentu sangat berbeda dari apa yang sudah direncanakan sejak awal proses pembangunan pada tiga tahun silam. Mengingat, Gedung DPRD yang digunakan sementara ini statusnya masih menyewa di Gedung IFA, Jalan Raya Viktor, Buaran, Serpong, dan akan habis masa perpanjangan sewanya pada Juni 2018.

Sebagaimana diketahui, tiap tahun keuangan daerah harus mengeluarkan dana sekira Rp1 miliar untuk membayar sewa kantor anggota dewan di gedung IFA.

 

Bahkan informasi terakhir, pada 2017 harga sewanya naik hingga menjadi sekira Rp1,7 miliar. Jika ternyata saat habis masa sewa pada Juni 2018 nanti, gedung baru belum juga dapat ditempati, dikhawatirkan menimbulkan masalah baru.

Wakil Ketua DPRD Tangsel, TB Bayu Murdani pernah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek gedung baru dewan. Dia mengakui banyak ruang untuk fraksi, ruang paripurna, dan ruang basement yang belum selesai tahapan akhirnya.

"Melenceng dari target yang kita programkan. Kalau dari kenyamanannya, kita lihat dibawah (Basement) masih banyak yang bocor. Namun kalau APBD dicomot kembali untuk melanjutkan sewa gedung itu pemborosan anggaran, jadi nanti bulan Juni 2018 apa adanya saja langsung ditempati," tegas TB Bayu.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini