nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Pelaku Pengganjal ATM Lintas Provinsi Ditangkap

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Senin 02 April 2018 13:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 02 338 1880928 4-pelaku-pengganjal-atm-lintas-provinsi-ditangkap-iXZ1k1ZE9X.jpg Empat pelaku pengganjal ATM yang tertangkap di Bogor. Foto Okezone/Putra Ramadhani

BOGOR - Empat pelaku penggajal mesin ATM dan penipuan call centre, antarprovinsi dibekuk polisi di sebuah rumah kontrakan wilayah Desa Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky mengatakan keempat pelaku yang masing-masing berinisial DT (22), AJ (24), S (32) dan NI (26) ditangkap usai beraksi di salah satu gerai ATM di wilayah Cibinong, Bogor.

"Setelah kita lakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi dan hasil rekaman CCTV, para pelaku berhasil kita tangkap di basecamp nya di wilayah Gunung Putri," kata Dicky, Senin (2/4/2018).

Modus pelaku yakni dengan mengganjal slot kartu mesin ATM menggunakan beberapa alat seperti potongan gergaji besi dan penggaris. Setelah itu, mereka menempelkan stiker nomor call centre palsu.

"Saat ATM korban tertelan, korban diarahkan salah satu pelaku menelpon nomor di stiker call centre palsu. Lalu pelaku yang pura-pura petugas call cntre mengarahkan korban hingga mendapat PIN," jelasnya.

Setelah berhasil mendapatkan Personal Identification Number (PIN) korban, pelaku datang kembali ke gerai ATM untuk mengambil kartu dengan obeng atau kunci besi. Kemudian pelaku menguras saldo korban.

"Mereka beraksi lintas provinsi seperti di Depok, Tangerang, Bangka Belitung, dan Lampung sejak 2017 lalu. Gerai ATM yang biasa diincar di SPBU, rest area atau lainnya kecuali mall karena ramai," paparnya.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti seperti obeng, lem, cutter, potongan gergaji besi, ratusan lembar stiker call centre palsu, handphone dan puluhan kartu ATM berbagai bank.

"Mereka kami jerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan pasal perbankan. Ancamannya minimal lima tahun penjara," tandasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini