nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sandiaga Menduga Masih Ada Peredaran Narkoba dan Perdagangan Manusia di Diskotek

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Minggu 08 April 2018 17:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 08 338 1883786 sandiaga-menduga-masih-ada-peredaran-narkoba-dan-perdagangan-manusia-di-diskotek-XU5e9pujYK.jpg Wagub DKI Sandiaga Uno

DEPOK - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menduga tempat hiburan malam diskotek eksotis dijadikan basis peredaran Narkoba. Pasalnya, selama ini dalam izinya diskotek tersebut hanya menyajikan hiburan malam bagi kaum urban tanpa adanya narkoba.

"Saya khawatir hiburan malam eksotis itu dijadikan basis narkoba karena buktinya sudah jelas ada pengunjung yang meninggal di dalam, dan saat ini masih kami selidiki bersama pihak kepolisian," kata Sandiaga Uno saat belusukan di pasar Agung, Jalan Proklamasi, Depok, Minggu (8/4/2018).

Ia pun menduga selain Narkoba, diskotek tersebut juga melakukan tindakan perdagangan manusia di dalamnya. Untuk itu pihak Pemprov DKI Jakarta masih menunggu kepastian pihak kepolisian dalam mengusut tuntas penyebab kematian pengunjung diskotek beberapa waktu lalu.

"Sepertinya ditutupi di awalnya, tapi sekarang informasinya sudah masuk ke kami. Soal perdagangan manusia, semua termasuk dan ini benar benar menjadi ke khawatiran pihak kami," tutupnya.

(Baca Juga: Sandiaga Tak Mau Lagi Ada Tempat Hiburan Malam Sediakan Praktik Prostitusi & Narkoba)

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta berencana akan menutup tempat hiburan malam Diskotek Eksotis, Jakarta Pusat, hal tersebut dilakukan lantaran adanya salah satu pengunjung diskotek yang tewas bernama Sudirman (47) karena diduga over dosis narkoba.

Sandi mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan adanya korban meninggal di diskotek tersebut. Jika terbukti, maka tak ada kompromi bagi Pemprov DKI untuk menutup eksotis.

"Kemarin kita sudah terima laporan, bagi kita gak ada kompromi untuk tempat hiburan yang melanggar tentunya ketentuan perundang-undangan dan ketentuan umum langsung kita tidak lanjuti," terangnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini