Harga Barang Naik, Jakarta dan Jawa Barat Harus Bersinergi

Wahyu Muntinanto, Okezone · Minggu 08 April 2018 17:39 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 08 338 1883811 harga-barang-naik-jakarta-dan-jawa-barat-harus-bersinergi-83QCqRtsIo.jpg Wagub DKI Sandiaga Uno sambangi Pasar Agung, Depok (Foto: Wahyu/Okezone)

DEPOK - Ratusan pedagang di Pasar Agung, jalan Proklamasi, Depok Jawa Barat mengeluhkan naiknya harga pangan. Selain itu pedagang juga mengeluhkanya sepinya pembeli di pasar tersebut.

Seorang pedagang sembako, Maryati (53) mengungkapkan dalam beberapa bulan ini terlebih menjelang bulan Suci Ramadhan semua kebutuhan harga bahan pokok melonjak tinggi. "Aduh mas pada naik harganya untuk sembako. Apalagi beras naik mulu saya gak tau penyebabnya apa," ucapnya di Pasar Agung, Minggu (8/4/2018).

Hal senada diucapkan Sobirin (48). Pedagang daging hewan ini mengatakan kenaikan sembako juga diberengi dengan kenaikan harga daging potong. Saat ini pendagang resah dengan kenaikan harga pangan, pasalnya kenaikan ini membuat pendapatan mereka menurun.

"Saya harap pemerintah bisa turunin harga sekarang kalau sepi gini kami mau makan ap pendapatan kami menurun drastis," jelasnya.

Terkait permasalah itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan bahwa Pemerintah DKI Jakarta dan Jawa Barat harus bersinergi dalam membahas kenaikan harga pangan yang terjadi. Pasalnya Depok merupakan salah satu daerah penyangga Ibu Kota, dimana pemerintah daerah harus bekerja sama dalam mengatasi kenaikan harga pangan tersebut.

"Depok untuk pertama kalinya saya diprotes langsung oleh warga, bahwa keinginannya harga tidak semakin meningkat dan harga kebutuhan beban dari masyarakat semakin berat, yang dirasakan juga pedagangnya sepi di sini, jadi ini masukan buat kami untuk membentuk suatu kebijakan yang lebih bisa mengamankan pasokan dan juga menstabilkan harga dengan rantai distribusi yang sederhana, terbuka, dan berkeadilan," ujar Sandiaga saat blusukan di Pasar Agung Depok.

Ia mengaku blusukanya kali ini untuk mendengar langsung keluhan dari pedagang, menurutnya pasar merupakan tempat interaksi tanpa adanya rekayasa.

"Ini semua pertanyaannya langsung dijawab secara konkret oleh masyarakat, tidak memakai angka-angka bahwa ini data-datanya yang selama ini sering disampaikan, tapi nanti ini akan kita cross-reference ke data-data yang kita miliki karena kalau dilihat kebijakan pemerintah harusnya bisa menstabilkan harga, mengamankan pasokan, dan juga beban kepada masyarakat yang selama ini berat bisa terbantukan, khususnya mau masuk bulan ramadhan," paparnya.

Dikatakannya, kenaikan harga panagn di DKI Jakarta juga menjadi perhatian Khusus Pemprov DKI. Untuk itu Pemprov DKI membuatkan bantuan berupa Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi masyarakat menengah kebawah dan program pangan murah.

"Kalau di DKI Alhamdulillah untuk masyarakat kelas menengah ke bawah ada bantuan KJP dan ada pangan murah. Mungkin ini bisa sedikit membantu warga, tapi kita lihat bahwa warga Depok tadi di sini ternyata juga banyak yang tinggal dan ber-KTP DKI. Jadi ini yang menjadi tantangan kita bagaimana sinergi ke depan lebih baik juga antara Jawa Barat dan DKI," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini