Air PDAM Tidak Layak Konsumsi, Ribuan Warga Rawalumbu Bekasi Mengalami Krisis

Wijayakusuma, Okezone · Selasa 10 April 2018 23:17 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 10 338 1884879 air-pdam-tidak-layak-konsumsi-ribuan-warga-rawalumbu-bekasi-mengalami-krisis-mNpkV3Wmbk.jpg Krisis air bersih di permukiman warga. (Foto: Dok Okezone)

BEKASI – Warga Perumahan Bumi Bekasi Baru, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, mengeluhkan air PDAM Bhagasasi Cabang Rawalumbu yang kotor dan tidak layak konsumsi. Ironisnya, krisis air bersih ini dialami warga setiap dua hari sekali.

Sedikitnya ada enam rukun warga di dua kelurahan yaitu RW 08, 09, 10 di Kelurahan Sepanjang Jaya dan RW 06, 08, 12 di Kelurahan Pengasinan yang mengalami krisis air bersih. Kualitas air PDAM Bhagasasi disebut warga sudah mulai keruh serta tidak lagi berwarna bening sebagaimana air bersih pada umumnya.

"Setiap dua hari sekali air pasti keruh dan berwarna coklat muda. Ini yang sangat dikeluhkan oleh warga, karena sulit sekali mendapatkan kualitas air bersih," kata Ketua RW 08, Ajat Jatmika, di lokasi, Selasa (10/4/2018).

(Baca: Air PDAM Mampet Sampai Tiga Bulan, Warga Surabaya Ngamuk)

Selain itu, kata dia, warga juga mengeluhkan limbah lumpur yang berasal dari PDAM Bhagasasi yang dibuang sebanyak dua sampai tiga kali dalam sehari. Endapan lumpur yang semakin banyak membuat air kali semakin tinggi dan mudah meluap ketika hujan deras. Aliran banjir juga membuat sampah-sampah menumpuk di gorong-gorong perumahan.

"Akibat tingginya lumpur yang mengendap di kali, hingga satu gorong-gorong saluran air tersumbat oleh sampah," paparnya.

Menurut dia, sudah pernah ada tindakan pengerukan yang dilakukan oleh dinas terkait untuk mengangkat endapan lumpur dan sampah yang mengisi gorong-gorong. Namun, upaya tersebut hanya dilakukan sementara dan tidak berlangsung rutin.

"Tiga bulan baru dua kali dikeruk, namun sampai saat ini belum ada lagi untuk pengerukan," paparnya.

Ajat mengungkapkan, warga sudah pernah melayangkan surat kepada pihak PDAM Bhagasasi agar secepatnya memberikan penanganan serius terkait hal ini. Ia pun berharap permasalahan yang sudah berjalan menahun tersebut dapat segera dibenahi supaya warga dapat memperoleh kembali kualitas air yang bersih dan terjamin.

"Sudah berjalan tahunan persoalan ini, tapi belum juga ada respons dari pihak terkait atas keluhan ribuan warga di enam RW perumahan ini," ungkapnya.

(Baca: Nunggak Ratusan Juta, Meteran Air Hotel Imperium Bandung Dicabut PDAM)

Hal senada juga diungkapkan Heri, warga RT 01 RW 12, Perumahan Bumi Bekasi Baru, yang jenuh dengan kualitas air PDAM yang tidak layak konsumsi. Ditambah lagi jika listrik sedang padam maka otomatis air tak bisa mengalir.

"Saya pakai air isi ulang untuk cuci beras dan sayuran. Kalau mandi dan cuci pakaian, pakai air PAM dari PDAM. Kalau warga lain, saya tidak tahu," ungkapnya.

Heri menambahkan, sudah pernah digelar rapat antara forum RW Bumi Bekasi Baru Utara dengan pihak PDAM untuk membahas permasalahan ini. Tetapi hingga kini belum ada kepastian dari pihak PDAM terkait solusinya.

"Sudah pernah ikut hadir perwakilan dari PDAM dalam rapat RW. Namun sampai saat ini kita masih menunggu solusi dan responsnya atas keluhan warga," jelas dia.

Sementara Humas PDAM Bhagasasi Bekasi Ahmad Fauzi mengatakan, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan PDAM Bhagasasi Cabang Rawalumbu terkait keluhan warga di Perumahan Bumi Bekasi Baru.

"Kita akan tindak lanjuti laporan warga sesuai SOP. Kita selalu melakukan wash out di wilayah tersebut dan akan berkoordinasi dengan Cabang Bhagasasi di Rawalumbu untuk melakukan cek langsung ke lokasi," paparnya.

Fauzi mengatakan, surat aduan warga hanya sampai pihak PDAM Bhagasasi Cabang Rawalumbu. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan koordinasi antarbagian untuk mendapatkan solusi yang efektif.

"Kita akan bahas bersama Kepala Cabang Rawalumbu, bagian teknik, produksi, dan distribusi. Jadi, mohon maaf untuk warga sekitar RW 06," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini