Pekan Depan PN Depok Eksekusi Pasar Kemiri Muka, Pedagang Siap Direlokasi

Wahyu Muntinanto, Okezone · Rabu 11 April 2018 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 11 338 1885386 pekan-depan-pn-depok-eksekusi-pasar-kemiri-muka-pedagang-siap-direlokasi-glHfv9zh8l.jpg Ilustrasi Pasar (foto: Okezone)

DEPOK - Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat akan mengeksekusi Pasar Kemiri pada 19 April 2018 mendatang. Lantas, bagaimana nasib pedagang yang sudah berjualan puluhan tahun di sana?

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Kemiri Muka (P3KM) Paradigma Baru Yaya Barhaya menyampaikan, ribuan pedagang Pasar Kemiri Muka akan bertindak kondusif saat eksekusi berlangsung nanti. Pasalnya pasar yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu akan ditata kembali oleh pihak PT. Petamburan Jaya Raya (PT PJR) dengan membangun pasar baru bernuansa modern.

"Kami sebagai pedagang terkait eksekusi tanggal 19 April 2018 tidak ada masalah kami mendukung semuanya, apalagi kami sebagai rakyat yang cuma ingin berdagang sudah sekian puluh tahun sudah mendapatkan yang nyaman dari pemerintah sekarang PT Petamburan akan memberikan fasilitas yang lebih wajar makanya kami mau berterima kasih," ujar Yaya Kepada Okezone di Pasar Kemiri Muka, Rabu (11/4/2018).

Yaya menyebutkan, Pasar Kemiri Muka yang selama ini diketahui masyarakat bersengketa dengan Pemerintah kota Depok nyatanya sudah jelas bahwa secara hukum sah dimiliki PT PJR.

(Baca Juga: Pasar Kemiri Muka Depok Akan Digusur, Nasib 2 Ribu Pedagang Terancam)

"Pedagang sudah nyaman selama ini dan PT Petamburan mau memberikan lahan lagi di pasar itu, apalagi yang mau kami persoalkan tidak ada kalau ada pengorbanan untuk beli kios itu wajar karena setiap pengorbanan ada perjuangan. Saya akan mendukung apa yang akan di lakukan PT Petamburan untuk tgl 19 besok," paparnya.

Pihaknya pun sudah mendata pedagang pasar untuk kembali mengisi pasar itu kembali pasca eksekusi nanti, Yaya juga menyebutkan bahwa 99 persen pedagang setuju terkait eksekusi pasar kemiri muka.

Terkait eksekusi yang akan di lakukan PN Depok, Yaya meminta para pedagang dan masyarakat tidak perlu khawatir, sebab eksekuai nanti hanya dilakukan pembacaan saja di area pasar kemiri dan tidak dilakukan pengosongan dan penggusuran secara paksa.

"Sudah saya sampaikan kepada masyarakat bahwa ini punya PT Petamburan Jaya dan sudah kami sampaikan kepada msyarakat, bahwa besok (19April) adalah mediasi pembacaan eksekusi yang dilakukan oleh PN Depok. Besok akan saya sampaikan kalau pedagang yang tidak mau silakan berhadapan dengan hukum. Kalau ada gejolak, hukum akan bertindak. Kalau tidak mengerti artinya provokator dia. Jadi besok yang dieksesusi pemda bukan pedagang kalau pedagang saya ngamuk, pedagang udah nyaman artinya apa lagi yang diresahkan," jelasnya.

Disisi lain, aparat kemanan TNI dari Komando Distrik Militer (Koramil) 02/Beji siap melakukan keamanan dalam rangka pembacaan eksekusi yang akan dilakukan PN Depok di Pasar kemiri muka 19 April mendatang.

Dalam mengamankan situasi, pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan steakholder terkait, namun pengamanan yang diberikan pihak TNI ini hanya bersifat Back Up dari aparat Kepolisian.

"Kami soal pasar ini sebagai koramil tidak bisa bergerak sendiri kami tetap sifatnya memback up aparat kepolisian saya yakin Kapolres, Dandim dan Wali Kota atau seluruh steakholder sudah berkoordinasi terkait dengan permasalahan pasar, kami hanya bekup dan kami punya komandan kami bergerak atas permintaan Kodim. Kami (Koramil) sebagai aparat juga tidak ingin timbul adanya konflik atas permasalahan ini. Kalau ada permasalahn ada pro dan kontra itu hal biasa," kata Kepala Danramil 02/Beji Syahroni saat dihubungi wartawan.

Sejarah Pasar Kemiri Muka

Sementara Direktur PT. Petamburan Jaya Raya (PJR) Yudhy Pranoto Yunanto mengatkana bahwa sejarah Pasar Kemiri Muka berawal sekira tahun 1987. Saat itu PT PJR membeli tanah dari masyarakat dengan status tanah milik adat dengan sertifikat berupa girik yang ditingkatkan menjadi Hak Guna Bangunan (HGB). Kala itu, Kota Depok bersetatus Kota Administratif (kotif) dengan Pemerintahan Daerah Bogor.

Antara pemerintah setempat dan PTPRJ akhirnya lahan seluas 2,8 hektar dibangun pasar yang bernama pasar tradisional kemiri muka. Dikarenakan hingga saat ini para pedagang Pasar Kemiri Muka belum membayar lunas DP Kios dan Los maka, tanah beserta bangunan kios/los di atasnya adalah milik PT. PJR sesuai dengan surat perjanjian kerjasama antar Pemda Kabupaten Bogor dengan PT. PJR.

"Dalam pembangunan Pasar Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok Nomor 644.1/04/PRJN/Huk/1987 tanggal 27 Februari 1987 berikut dua (2) kali perubahan/adendum perjanjian yang masing-masing Nomor 644.1/11/PRJN/Huk/1987 tanggal 16 Desember 1987 dan Nomor 644.1/09/PRJN/Huk/1988 tanggal 03 Oktober 1988, PT. PJR sudah mengajukan perpanjangan HGB Nomor 68/Desa Kemiri Muka, gambar situasi Nomor 16527/1988 seluas 28.916 m2 yang terletak di Jalan Raya Margonda atas nama PT. PJR pada tanggal 10 Maret 2008. Namun ditolak BPN dengan alasan sertifikat HGB tersebut diblokir oleh Walikota Depok berdasarkan surat Nomor 181.1/517-Hak tanggal 07 Mei 2004 yang sampai saat ini belum dicabut," jelasnya.

(Baca Juga: Sejarah Pasar Gembrong dari Sayur Mayur hingga Grosir Mainan)

Yudhy menegaskan, tanah tersebut bukan dari tuker guling atau barter dengan Pemkot Depok dan bukan tanah negara melainkan tanah tersebut merupakan tanah milik adat yang dibeli PT. PJR dari masyarakat maka, tanah tersebut sepenuhnya adalah milik PT. PJR sesuai dengan Putusan Mahkamah Agung RI yang telah berkekuatan hukum tetap.

"Pedagang jangan khawatir mengenai penampungan sementara, semuanya itu sudah diakomodir dengan rencana pembangunan kembali Pasar Tradisional Modern Pasar Kemiri Muka," tuturnya.

"Setelah eksekusi dilaksanakan, Pedagang Pasar Kemiri Muka masih tetap bisa berjualan sebagaimana kesehariannya. Para pedagang masih bisa berdagang karena tidak ada penggusuran, tidak ada pembongkaran dan tidak ada pengosongan. Eksekusi nanti hanya dibacakan saja," lanjutnya.

Ia juga menjelaskan saat renovasi nanti, para pedagang pasar kemiri muka masih tetap dan bisa berjualan di tempat penampungan yang disediakan PT. PJR yang lokasi penampungannya masih tetap berada di Pasar Kemiri Muka. Lalu, PT. PJR setelah eksekusi nanti akan melakukan renovasi Pasar Kemiri Muka menjadi Pasar Tradisional Modern setelah mendapatkan izin dari Walikota Depok

"Selain itu PT. PJR sudah memiliki perencanaan berupa gambar sementara yang akan dibangun kemudian hari untuk pembangunan Pasar Kemiri Muka menjadi Pasar Tradisional Modern," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini