nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemkot Tangsel Hentikan Pengoperasian Parkir Ilegal Beretribusi Pungli

Hambali, Jurnalis · Kamis 12 April 2018 16:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 12 338 1885796 pemkot-tangsel-hentikan-pengoperasian-parkir-ilegal-beretribusi-pungli-eA9YeZwhlW.jpg Penyegelan lahan parkiri ilegal (foto: Hambali/Okezone)
 

Tangerang Selatan - Tiga tahun beroperasi tanpa izin, loket parkir ilegal yang beroperasi di area RSUD Tangerang Selatan (Tangsel) ternyata diketahui mengutip Pungutan liar (Pungli) kepada seluruh pengendara roda dua dan roda empat.

Loket parkir ilegal itu ternyata mengutip tarif dari para pengendara sesuai tarif parkir resmi pada umumnya. Meskipun setelah diselidiki, rupanya tak ada distribusi yang masuk ke kas daerah dari tarif parkir ilegal tersebut.

Mendapat laporan demikian, Satpol PP langsung menindak loket parkir di area RSUD Tangsel pada Rabu 11 April 2018 kemarin. Pengelola parkir pun diingatkan agar tak memungut Pungli berkedok loket parkir kepada pemilik kendaraan yang memarkir kendaraannya di RSUD Tangsel.

"Dengan ini, pengelola tak bisa lagi memungut uang parkir dari pemilik kendaraan," kata Oki Rudianto, Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Tangsel, Kamis (12/4/2018).

Ditegaskan Oki, penyegelan usaha ilegal ini, sesuai amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2012 Tentang Perparkiran.

"Pasal 8 ayat 2 menyebutkan, setiap orang atau badan dilarang menyelenggarakan perparkiran dan atau mengatur perparkiran tanpa izin Wali Kota atau pejabat yang berwenang. Ini sudah tiga tahun tanpa izin," jelasnya.

Penyegelan sendiri baru dilakukan setelah pihak RSUD Tangsel berkirim surat kepada Satpol PP dan PT Jembar Bangkit Perkasa, selaku pengelola parkir di RSUD Tangsel.

"Ketika kami mintakan izinnya, pengelola tak bisa menunjukkan izin resminya, maka kami lakukan tindakan tegas. Jika masih memungut uang parkir dari masyarakat, maka bisa kami tingkatkan ke pidana," ucapnya.

Penelusuran dilapangan menyebutkan, bahwa tiap kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang masuk ke area RSUD di stop di pintu loket masuk. Disana, ada seseorang yang berjaga dengan menyerahkan secarik kertas tiket. Anehnya, dalam tiket tersebut tak ada keterangan resmi sebagaimana mestinya.

Begitu pemilik kendaraan akan keluar RSUD, di pintu keluar ada petugas loket yang berjaga. Tanpa ada perhitungan tarif resmi, petugas dengan pakaian preman tersebut lantas meminta sejumlah uang dengan kelipatan jam yang ditulis dengan kode tertentu oleh petugas di pintu masuk parkir.

Kondisi itu, tentu berpeluang untuk terjadinya praktik Pungli, dimana pengendara diwajibkan membayar tarif parkir tak resmi berdasarkan kelipatan jam parkir. Padahal, seluruh uang yang diterima petugas parkir ilegal itu diduga tak ada yang masuk ke kas perparkiran daerah.

"Tarif parkirnya sama seperti tarif parkir resmi, biayanya berlipat tergantung jam. Padahal tiketnya tulisan tangan," ujar Farhan (32), pengendara yang memarkir kendaraannya di RSUD Tangsel.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini