nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemprov DKI Akan Umumkan UPT Rumah DP Nol Rupiah Senin Depan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 12 April 2018 23:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 12 338 1886008 pemprov-dki-akan-umumkan-upt-rumah-dp-nol-rupiah-senin-depan-BUOhQQa3eF.jpg Wagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno. (Foto: Antara)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, pihaknya akan mengumumkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk program rumah DP nol rupiah pada Senin, 16 April 2018. Kini, pihaknya sedang merampungkan peraturan gubernur (pergub) untuk dijadikan landasan pembuatan UPT tersebut.

"Pergubnya mudah-mudahan sudah rampung. Rumah DP nol rupiah ini banyak sekali peminatnya. Baik dari mitra swasta yang ingin membangun, tapi juga dari masyarakatnya sudah tidak sabar lagi menunggu untuk pemrosesan selanjutnya," kata Sandi di kawasan Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (12/4/2018).

Sandi menjelaskan, bila nanti UPT sudah terbentuk, maka pihaknya bisa memasarkan hunian vertikal tersebut. Sebab, kini sudah banyak yang mendaftar untuk mengikuti program rumah tanpa uang muka itu.

"Kami dengan mengucapkan syukur tanggal 16 April ini akan finalkan bentuk dari program ini. Dan kami juga langsung menyiapkan kelengkapannya," imbuhnya.

Politikus Partai Gerindra itu menerangkan, pihaknya menargetkan, dalam lima tahun bakal terbangun hunian DP nol rupiah sebanyak 250.000 unit. Hal itu juga tertuang dalam penyusunan rencana pemerintah jangka menengah (RPJMD).

(Baca juga: Mau Beli Rumah DP 0 Rupiah Anies-Sandi? Ini Syaratnya)

Ia membeberkan, nanti pihaknya akan mengajak BUMD dan BUMN serta pihak swasta untuk turut membantu hunian tersebut. Sehingga, nanti akan terjalin kemitraan antar pemerintah daerah, pusat dan pelaku usaha.

"Pak Anies waktu itu sampaikan, ini 250.000 tidak main-main loh jumlahnya. Tapi saya bilang bahwa tingkat kesuksesan kita itu akan bisa berhasil kalau dari 250.000, hanya 20 persen yang dibangun oleh pemerintah. 80 persen itu harus melibatkan BUMD, BUMN maupun juga swasta murni. Jadi ini adalah bentuk kemitraan yang kami inginkan," paparnya.

Pemprov DKI Jakarta berencana menganggarkan Rp2,635 triliun per tahun untuk mewujudkan target tersebut. Dana itu untuk menalangi pembayaran uang muka konsumen. Uang sebanyak itu diharapkan bisa menanggung uang muka rumah sebanyak 50 ribu unit setiap tahunnya.

Meskipun begitu, pemerintah daerah sedang mencari terobosan untuk mengurangi dana talangan DP nol rupiah. Pihaknya akan mengajak kerja sama pemerintah pusat untuk bisa menggunakan skema pembayaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

"Jadi pembiayaannya ini yang akan kita ajak melalui FLPP [Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan] dengan pemerintah pusat. Tapi kan pemerintah pusat kan juga terbatas. Kita harus juga. Nanti inovasi dari badan yang dibentuk ini adalah mereka juga punya kemampuan untuk mencetak suatu blueprint pembiayaan yang FLPP khusus untuk DKI," tukasnya.

Pemprov DKI sedang membangun rumah DP nol rupiah di Klapa Village, Duren Sawit, Jakarta Timur. Rusun tersebut berdiri di atas tanah seluas 5.680 meter persegi milik BUMD PD Sarana Jaya.

Ada 703 unit rusun yang akan dipasarkan untuk masyarakat berpenghasilan di bawah Rp7 juta. Harga rusun untuk tipe 21 senilai Rp184 juta sementara tipe 36 seharga Rp316,8 juta.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini