nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rumah DP 0 Rupiah Tak Boleh Dijualbelikan!

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 16 April 2018 11:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 16 338 1887120 rumah-dp-0-rupiah-tak-boleh-dijualbelikan-U8Qwnq2KXO.jpg Wagub DKI Sandiaga Uno menegaskan rumah DP 0 rupiah tidak bisa diperjualbelikan (Foto: Fadel/Okezone)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, pihaknya akan menindak tegas keberadaan calo yang hendak membeli rumah DP nol rupiah. Ia menegaskan, kalau huian itu tidak untuk diperjualbelikan, tapi sebagai tempat tinggal warga Ibu Kota.

Apabila nanti ditemukan warga yang membeli rumah itu dari seorang calo, lanjut dia, pihaknya akan membatalkan pembeliannya. Sehingga, nanti mereka tak akan bisa memiliki rumah tersebut.

"Kalau misalnya unit ini yang sudah dipesan (lalu) diperdagangkan, kita akan langsung meng-cancel dan memasukkan kembali unit itu ke dalam inventory kita. Karena tidak boleh diperjualbelikan tidak boleh seperti itu," kata Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

(Baca Juga: Sandi: Jomblo Tak Bisa Beli Rumah DP Rp0)

Politikus Partai Gerindra itu mengimbau kepada masyarakat untuk turut membantu pemerintah daerah dalam mengawasi keberadaan para calo yang berkeliaran. Bila nanti ditemukan, pihaknya akan memproses laporan tersebut. "Ini masyarakat dan Pemprov harus saling mengawasi," imbuhnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya sedang menyiapkan peraturan gubernur (Pergub) soal Unit Pelaksana Teknis (UPT). Setelah pergub terbentuk, maka masyarakat bakal bisa mendaftar hunian rumah vetikal tersebut.

"Hari ini baru dibentuk dulu UPT-nya jadi nanti ditunjuk personelnya. Setelah itu akan diumumkan kapan proses pendaftaran untuk rumah DP Rp 0," ujarnya.

Pemprov DKI sedang membangun rumah DP nol rupiah di Klapa Village, Duren Sawit, Jakarta Timur. Rusun tersebut berdiri di atas tanah seluas 5.680 meter persegi milik BUMD PD Sarana Jaya. Ada 703 unit rusun yang akan dipasarkan untuk masyarakat berpenghasilan di bawah Rp7 juta. Harga rusun untuk tipe 21 senilai Rp184 juta sementara tipe 36 seharga Rp316,8 juta.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini