nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BNN Tes Urine 205 Narapidana Lapas Paledang Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Senin 16 April 2018 14:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 16 338 1887229 bnn-tes-urine-205-narapidana-lapas-paledang-bogor-3G1uLAHYqQ.jpg Petugas BNN saat tes urine di lapas (foto: Putra/Okezone)

BOGOR - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor menggelar tes urine terhadap ratusan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Paledang, Kota Bogor, Jawa Barat.

Kasie Berantas BNNK Bogor Kompol Supeno mengatakan, tes urin ini merupakan bentuk kerjasama antara BNNK Bogor dengan Lapas untuk memastikan tidak ada peredaran narkoba di kalangan narapidana.

"Kami memang bekerja sama dengan lapas-lapas di wilayah Kota/Kabupaten Bogor untuk memastikan tidak ada penggunaan ataupun peredaran narkoba di lingkungan narapidana," katanya, Senin (16/4/2018).

Supeno menambahkan, sampai saat ini pihaknya belum menemukan adanya kasus penggunaan atau peredaran narkoba yang melibatkan narapidana di lembaga pemasyarakatan di Kota/Kabupaten Bogor.

"Kami tidak pernah ada kesulitan jika ada tersangka yang menyebut narkoba dari Lapas. Tapi setelah dicek ternyata lain. Alhamdulillah sampai saat ini belum menemunkan hal tersebut," jelas Supeno.

 

Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II A Paledang Kota Bogor Gunawan Sutrisnadi menyebut ada sekitar 205 narapidana yang dilakukan tes urin.

"Karena keterbatasan alat tes urin, jadi kita lihat yang berpotensi saja. Narapidana wanita ada 85 orang dan laki-laki 120 orang. Setiap kamar kita ambil sampling 5-10 orang yang di tes urin," ujar Gunawan.

Nantinya, jika ada narapidana yang postif narkoba pihaknya akan menyerahkan ke BNKK Bogor untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tes urin ini dilakukan untuk mencegah adanya peredaran narkoba di Lapas.

"Nanti kita lihat hasilnya, kalau ada yang terbukti kita serahkan ke BNNK untuk ditindak lanjuti. Kita juga mendukung para penegak hukum jika ada natapidana yang terlibat untuk diperiksa. Termasuk sipir yang bertugas kalau terbuki, tidak ada toleransi," tegasnya.

 

Dalam kegiatan ini, pihaknya juga melakukan razia barang-barang terlarang di dalam kamar narapidana. Hasilnya, petugas menyita berbagai barang seperti handphone, pemanas air hingga sound system.

"Tadi kami juga temukan barang-barang seperti handphone, pemanas air sampai kotak makan yang dimodifikasi jadi sound system," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini