nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPRD DKI Apresiasi Langkah Pemprov Tutup Karaoke Sense dan Diskotek Exotic

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 19 April 2018 07:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 19 338 1888583 dprd-dki-apresiasi-langkah-pemprov-tutup-karaoke-sense-dan-diskotek-exotic-draJSFuFQ3.jpg BNN menyegel karaoke sense (Foto: Ist)

JAKARTA – Hari ini, Kamis (19/4/2018) Pemprov DKI Jakarta akan menutup secara permanen dua tempat hiburan yaitu Karaoke Sense, Jakarta Utara dan Diskotek Exotic, Jakarta Pusat. Langkah berani dari pemerintah daerah itu pun mendapat respon positif dari DPRD DKI Jakarta.

Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Darussalam mengatakan, pihaknya mengapresiasi upaya Pemprov DKI memberantas penjualan narkoba di tempat hiburan. Ia berharap langkah tegas dari pemerintah daerah tak hanya dilakukan di awal masa kepemimpinannya saja. Sehingga, ke depannya tak ada lagi pengusaha yang bandel dengan memperjualbelikan barang haram tersebut.

(Baca: Ditemukan Narkoba di Sense Karaoke, DPRD DKI Anggap Pengawasan Pemprov Lemah)

“Kalau saya sih sangat mnendukung terkait dengan penutupan hiburan yang memang mengedarkan narkoba. Nah, efek dari penutupan itu menjadi evaluasi bagi seluruh pengusaha hiburan,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (19/4/2018).

barang bukti

(barang bukti yang diamankan BNN saat penggeledahan di Sense dikotek (Foto: Ist)

Meski begitu, ia mengimbau kepada pemerintah daerah untuk terus melakukan pengawasan terhadap tempat-tempat hiburan yang terdaftar. Sebab, ia menilai selama ini Pemprov DKI kurang dalam hal pengawasan, tapi cepat dalam penindakan.

“Kalau menurut saya sih belum (pengawasan belum baik). Masih banyak kebocoran informasinya ketika melakukan razia,” imbuhnya.

(Baca juga: Sandiaga: Alhamdulillah Diskotek Eksotis dan Karaoke Sense Sudah Tutup)

Seharusnya, lanjut dia, Pemprov DKI melakukan pengawasan secara rutin. Pihaknya amat menyayangkan pemerintah daerah yang terkesan ogah-ogahan dalam memberantas narkoba di tempat hiburan.

"Menurut saya memang Pemprov DKI ini dalam segi pengawasannya memang harus betul-betul lebih sering. Pemda DKI sangat jarang melakukan kontrol," jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menerbitkan surut perintah penutupan diskotek eksotik. Kepala DPMPTSP Edy Junaedi mengatakan, surat bernomor 38 tahun 2018 ditujukan kepada manajemen PT Exotic Paradise tertanggal 12 April.

Pengunjung sense

(Pengunjung diskotek Sense yang diperiksa BNN saat penggerebekan (Foto: Ist)

"Iya benar. Kita kasih waktu 5 x 24 jam," kata Edy melalui pesan singkat, Jumat 13 April 2018.

Kata dia, penutupan Diskotek Eksotik lantaran ditemukan adanya peredaran narkoba. "Buktinya sudah di BNN. Narkoba itu berat," sambungnya.

Keberadaan narkoba yang ditemukan oleh BNNP DKI Jakarta itu sudah cukup bukti untuk menutup diskotek yang beralamat di Jalan Jayakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

"(Bukti) itu sudah lebih dari cukup untuk penutupan," ungkapnya.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini