nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Didampingi LBH Perindo, Korban Investasi Bodong Bersaksi di Polda Metro

Badriyanto, Jurnalis · Kamis 26 April 2018 18:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 26 338 1891798 didampingi-lbh-perindo-korban-investasi-bodong-bersaksi-di-polda-metro-7W8kTWMZTV.jpg Pengurus DPP LBH Perindo, Sandy di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (26/4/2018). (Foto: Badriyanto/Okezone)

JAKARTA – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya memanggil perempuan bernama Wiwik Rahayu untuk diperiksa sebagai korban investasi bodong di PT Investasi Legal Consultant (ILC). Ia datang bersama kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perindo.

Pengurus DPP LBH Perindo Bidang Pidana, Sandy menyampaikan, dalam kasus itu ia bertindak sebagai kuasa hukum ratusan korban investasi bodong yang apabila dijumlah total kerugiannya mencapai Rp5 miliar. Salah satu korbannya adalah Wiwik Rahayu, yang kebetulan saat ini dipanggil penyidik untuk dimintai keterangannya.

"Hari ini LBH Perindo mendampingi Ibu Wiwik menjalani pemeriksaan saksi di kasus investasi bodong. Laporannya atas nama Pak Iwan Kurniawan," kata Sandy di Mapolda Metro Jaya, Kamis (26/4/2018).

Sementara rekan Sandy, yakni Arif Wijaya Iskandar menerangkan, secara keseluruhan korban dari investasi bodong PT ILC ada sebanyak 140 ribu orang dengan total kerugian Rp420 miliar. Namun, kebetulan yang ditangani LBH Perindo berkisar ratusan orang.

Rata-rata korban orang tidak mampu yang tertarik dengan janji manis pihak PT ILC. Nasabah dijanjikan bunga hingga 25 persen dari total uang yang diinvestasikan. Mendengar janji itu, para korban langsung tergiur untuk memperbaiki hidup. Mereka berbondong-bondong menginvestasikan uang dri hasil jual aset, rumah, dan tanah.

"Pelaku ini kan ada yang dari pemegang saham, termasuk komisaris. Lalu ada dua orang sudah divonis di Salemba, tapi masih ada juga yang DPO (daftar pencarian orang-red). Maka itu, kami harap ada keadilan di sini. Kami harap uang para korban ini bisa kembali," jelasnya.

(Pengurus DPP LBH Perindo Bidang Pidana, Sandy di Mapolda Metro Jaya. Foto: Badriyanto/Okezone)

Sementara itu, Wiwik mengisahkan kronologi kasus yang dialami itu. Awalnya, ia mendapat penawaran investasi di grup Facebook dengan iming-iming bunga yang menggiurkan, sebelum memutuskan berinvestasi ia sempat bertanya-tanya tentang keuntungan investasi yang diberikan sebanyak 25 persen itu.

"Saya penasaran, bulan 2016 saya ikut, itu tak besar. Awalnya Rp500 ribu, lalu terus bertambah hingga kerugiannya Rp50 juta. Saya juga waktu itu tawarkan beberapa teman dan rekan, mereka mencoba juga karena katanya itu bisa untuk seumur hidup dapat 25 persen, ternyata baru setahun menjalani sudah zonk," katanya.

(Baca Juga: Kasus Investasi Bodong, Nasabah Tagih Pengembalian Dana di Pengadilan)

Wiwik melanjutkan, awalnya masih lancar, bunga yang diberikan sesuai dengan yang dijanjikan. Kemudian para nasabah dimotivasi untuk menambah nilai investasinya agar segera kaya raya. Saat menambah nilai investasi, uang yang dijanjikan mulai tersendat.

Sistem yang diterapkan perusahaan mirip dengan multi level marketing (MLM). Para nasabah diminta mencari calon nasabah lainnya untuk berinvestasi. Aroma penipuan mulai terasa saat perusahaan bergonta-ganti nama hingga beberapa kali.

"Nama perusahaannya juga berubah-ubah mulai dari Konpak 500, CSG, koperasi Bintang Abadi Sejahtera, dan ILC," ujarnya.

(Baca Juga: Kelabui Korbannya hingga Ratusan Miliar, Tersangka Investasi Bodong Diringkus)

Karena curiga, akhirnya Wiwik bersama teman-temannya menelusuri perusahaan tersebut dan ditemukan fakta bahwa NPWP dan SIUP perusahaannya palsu. Akhirnya ia mengadu ke polisi dan ke LBH Perindo dengan harapan para pelaku dapat diadili.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini