nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelaku Intimidasi Ibu dan Anak di CFD Harus Diproses Hukum

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 01 Mei 2018 11:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 01 338 1893215 pelaku-intimidasi-ibu-dan-anak-di-cfd-harus-diproses-hukum-U4yFPUYb75.jpg Ibu Rumah Tangga korban intimidasi (Foto: Badriyanto/Okezone)

JAKARTA - Seorang ibu dan anaknya mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan oleh massa yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden. Peristiwa intimidasi tersebut terjadi saat berlangsungnya Car Free Day (CFD) tepatnya di Bundaraan HI, Jakarta Pusat.

Ketika peristiwa terjadi, perempuan yang belakangan diketahui bernama Susi Ferawati itu tengah bersama anaknya. Anaknya pun menangis ketakutan lantaran ikut terpapar tindakan tidak menyenangkan tersebut.

"Kami mengecam keras tindakan intimidasi dan pelecehan di CFD Jakarta tersebut. Dengan alasan apapun tidak bisa dibenarkan melakukan pelecehan dan tindakan intimidatif satu kelompok masyarakat ke kelompok lainnya," ujar Ketua Bidang Kesehatan, Perempuan dan Anak DPP PDIP, Sri Rahayu melalui keterangan persnya, Selasa (1/5/2018).

Sri menilai kelompok yang diduga mengintimidasi Susi Ferawati tidak menghargai figur perempuan yang merupakan seorang ibu. Apalagi, hal tersebut terjadi depan anaknya dan di ruang publik. Karena itu, ia menegaskan hal tersebut termasuk tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Meminta pihak Kepolisian mengusut tuntas pelaku dan memproses secara hukum dengan mempertimbangkan rasa keadilan korban. Selanjutnya, ke depan meminta pihak Kepolisian melakukan tindakan antisipatif, guna melindungi segenap warga DKI Jakarta tanpa terkecuali, khususnya kebebasan berpendapat di ruang publik," jelas Sri.

Selain itu, Sri juga mengajak kepada segenap lapisan masyarakat Indonesia untuk saling menghargai, termasuk menghargai perbedaan pilihan politik, karena itu adalah hak setiap warga negara Indonesia.

"Agar demokrasi di Indonesia tumbuh dan berkembang dalam iklim yang sehat. Di tahun politik ini, kami mengajak semua pihak berpolitik dengan sehat dan menyenangkan tanpa harus melecehkan atau mengintimidasi lawan politik," pungkas dia.

 

Diberitakan sebelumnya, Seorang ibu rumah tangga bernama Susi Ferawati yang menjadi korban persekusi oleh sekelompok orang berkaus #2019GantiPresiden saat berada arena Car Free Day melapor ke Polda Metro Jaya. Insiden persekusi yang menimpa Susi itu sempat terekam kamera dan videonya viral di media sosial (medsos).

Susi yang didampingi pengacara dari Cyber Indonesia Muannas Alaidid, membuat dua laporan sekaligus, yang pertama berkaitan dengan kasus intimidasi yang dideritanya saat Car Free Day pada Minggu 29 April kemarin, sedangkan laporan lain berkaitan dengan ancaman melalui medsos Twitter @NetizenTofa.

Susi menceritakan bahwa ia tidak bermaksud menyaingi gerakan kelompok berkaus #2019GantiPresiden. Ia bersama anaknya datang ke Car Free Day untuk berolahraga yang kebetulan bertemu dengan kelompok yang identik dengan pendukung Prabowo Subianto tersebut.

"Saya enggak berpikir kalau ternyata dari arah Sudirman ada juga dari yang kelompok hitam itu (massa #2019GantiPresiden). Kita santai aja kok, bahkan mereka jalan di tengah kita gitu, biasa aja gitu. Gak olok-olok mereka," ungkap Susi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin 30 April 2018.

Tanpa diduga, ternyata Susi yang kebetulan bersama anaknya dihadang dan diintimidasi dituduh sebagai massa bayaran kelompok pendukung Jokowi. Bahkan, anak Susi sempat menangis ketakutan saat melihat sang ibunda diintimidasi oleh sekelompok orang.

Laporan pertama Susi diterima polisi dengan Nomor LP/ 2374/ IV/ 2018/ PMJ/ Dit. Reskrimum. Dengan materi laporan mengenai perlindungan anak dan perbuatan tidak menyenangkan disertai ancaman kekerasan dan pengeroyokan. Sedangkan laporan kedua diterima dengan Nomor LP/ 2376/ IV/ 2018/ PMJ/ Dit. Reskrimsus, dengan materi laporan pengancaman melalui media sosial.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini