nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Akun @MuchlistHassan Dipolisikan Terkait Bagi-Bagi Sembako di Monas

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 02 Mei 2018 16:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 02 338 1893677 akun-muchlisthassan-dipolisikan-terkait-bagi-bagi-sembako-di-monas-o8yMtFgNLJ.jpg Budi Widarto, pengacara Charles Honoris mewakili melapor ke Bareskrim Polri (Foto: Puteranegara)

JAKARTA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Charles Honoris mempolisikan akun Twitter @MuchlistHassan ke Bareskrim Polri. Pasalnya, akun itu disebut telah menyebarkan fitnah dan pencemaran nama baik terkait kegiatan pembagian sembako di Monas, Jakarta, Sabtu 28 April 2018.

Pengacara Charles Honoris, Budi Widarto mengatakan, akun tersebut memuat pencemaran nama baik kliennya. Pada postingan-nya, pemilik akun menyebut kupon yang dibagikan di bagi-bagi sembako di Monas adalah kupon atas nama Charles Honoris.

"Perlu kami sampaikan bahwa ini adalah fitnah. Pertama, klien kami pada hari itu atau pada saat acara FUI (Forum Untukmu Indonesia bagi-bagi sembako di Monas) itu tidak ada disitu. Kedua, dia juga tidak pernah membagikan kupon itu pada hari itu juga," kata Budi di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Pembagian sembako di Monas 

Adapun tweet dari akun @MuchlistHassan tersebut berbunyi. "Masuk ke Monas tangan distempel logo kristusnya paling menonjol ada kupon dari charles honori (kader PDIP) caleg dapil DKI 3 hahahha bilang aja lu mau menipu dasar kodok bangkong".

(Baca Juga: Ketua Panitia Bagi-Bagi Sembako di Monas Bantah Kegiatannya Terkait PDIP)

Budi menyebut bahwa kupon itu memang benar keasliannya. Namun, kupon itu sudah berlaku di acara bakti sosial yang diadakan Charles di dapilny di Tegal Alur, Jakarta Barat beberapa waktu lalu. Sehingga, kupon yang beredar di acara di Monas itu disalahgunakan oleh oknum tertentu.

"Kupon ini memang pernah dibagikan tapi pada saat beliau (Charles) mengadakan bakti sosial di Dapilnya dia. Nah itu disalahgunakan seolah-olah pada saat itu kemudian menjadi viral," tuturnya.

Laporan Charles diterima Bareskrim dengan nomor LP/575/V/2018/Bareskrim, tanggal 2 Mei 2018 dengan Pasal 45 Ayat (3) Jo Pasal 27 Ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi elektronik.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini