Share

TNI Bantah Ada Kekerasan saat Aksi Protes Pengosongan Rumah di Tanah Kusir

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 09 Mei 2018 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 09 338 1896269 tni-bantah-ada-kekerasan-saat-aksi-protes-pengosongan-rumah-di-tanah-kusir-3kqx1BOswG.jpg Aksi protes warga atas pengosongan rumah di Tanah Kusir. (Foto: Antara)

JAKARTA - Asisten Logistik Kodam Jaya, Kolonel Czi Tri Hascaryo mengaku tak ada pemukulan terhadap warga saat aksi pengosongan rumah dinas Kompleks Kodam Jaya, Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

"Ah enggak ada itu. Ada pelemparan batu saja dari masyarakat. Namanya juga mereka lagi emosi," kata Kolonel Czi Tri Hascaryo di komplek Kodam Jalan Cendrawasih Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (9/5/2018).

Kolonel Czi Tri mengatakan, ekskusi lahan berlangsung secara tertib dan telah sesuai dengan prosedur yang ada. Dalam eksekusi hari ini sendiri ada sebanyak 10 rumah yang dikosongkan.

“Hari ini ada sebanyak 10 rumah yang dikosongkan,” terang dia.

Prajurit TNI mengosongkan isi rumah di Tanah Kusir.

Adapun, sambung dia, dalam komplek tersebut terdapat sekitar 320 rumah, di mana yang akan dikosongkan sebanyak 30 rumah.

(Baca juga: Pengakuan Korban Bentrok Warga dengan TNI saat Aksi Menolak Pengosongan Rumah)

Konflik antara warga dengan Kodam Jaya berlanjut hari ini, Rabu 9 Mei 2018. Warga bersiap sejak subuh untuk menghadang tentara yang akan melakukan pengosongan rumah.

Mereka pun kemudian membakar ban di Jalan Iskandar Muda, Pondok Indah dan Ciputat Raya. Namun upaya tersebut tak berhasil, tentara tentara tetap berhasil masuk ke kompleks setelah berhasil memadamkan api.

Setelah itu, ia mengatakan sempat terjadi ketegangan antara anggota TNI dengan warga. Bahkan, dirinya menyebut terdapat korban yang mengalami luka-luka akibat bentrokan tersebut.

Gisni, salah satu korban bercerita bahwa dirinya mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari anggota TNI saat hendak melakukan penghadangan bersama warga lainnya. Setelah itu, sambung Gisni, saat hendak menyelamatkan kakeknya ia langsung dihajar oleh para anggota TNI secara keroyokan hingga membuatnya terjatuh di jalan raya.

Tak sampai di situ, setelah mendapat perlakuan kasar, ia langsung dibawa ke selokan air oleh anggota TNI dan kembali mendapatkan tindakan kasar.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini