nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengacara Klaim Aman Abdurahman Bukan Dalang Aksi Teror di Indonesia

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 25 Mei 2018 11:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 25 338 1902559 pengacara-klaim-aman-abdurahman-bukan-dalang-aksi-teror-di-indonesia-opn3ZQWkDR.jpeg Sidang pleidoi Aman Abdurahman di PN Jakarta Selatan (Puteranegara/Okezone)

JAKARTA - Terdakwa kasus bom Thamrin, Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma alias Aman Abdurahman membacakan nota pembelaan atau pleidoi di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas tuntutan hukuman mati.

Dalam pembelaan yang dibacakan tim penasihat hukumnya, Aman Abdurahman membantah tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyatakan dirinya merupakan penggerak atau dalang di balik terjadinya aksi teror bom di Jalan MH Thamrin dan Kampung Melayu, Jakarta, kemudian di Gereja Samarinda serta beberapa aksi teror lainnya di Indonesia seperti dinyatakan JPU.

"Kami penasihat hukum tidak sepakat kesimpulan tersebut soal penggerak aksi bom. Maka tidak terlihat terdakwa rencanakan atau gerakan orang lain untuk lakukan tindak pidana terorisme," ujar seorang penasihat hukum Aman Abdurahman saat bacakan pleidoi, Jumat (25/5/2018).

Tim kuasa hukum Aman juga tak sepakat pernyataan JPU soal kliennya telah mengakibatkan banyak korban dalam setiap aksi teror yang terjadi di Indonesia.

"Jika dikaitkan dengan kalimat sengaja maka diterangkan dahulu pengertian kesengajaan itu," tutur pengacara Aman.

Penjagaan sidang Aman Abdurahman (Putera/Okezone)

JPU sebelumnya menuntut Aman Abdurahman dengan hukuman mati. Jaksa menilai bahwa pentolan ISIS di Indonesia itu telah terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana terorisme.

"Menjatuhkan pidana Aman Abdurahman, dengan pidana mati," ujar Jaksa Penuntut Umum Anita Dewayani di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam amar tuntutannya, JPU menyebut bahwa, Aman Abdurahman terbukti telah menjadi penggerak atau dalang dibalik terjadinya aksi teror bom di Thamrin dan Kampung Melayu Jakarta serta beberapa aksi teror lainnya di Indonesia.

Hal yang memberatkan Amar dalam tuntutan Jaksa Penuntut, diantaranya adalah, Aman merupakan residivis dalam kasus yang sama, yakni terorisme yang membahayakan kehidupan kemanusiaan.

Jaksa Penuntut juga menyebut bahwa, Aman merupakan penggagas, pembentuk, dan pendiri Jamaah Anshorut Daulah. Menurut Jaksa, organisasi tersebut secara nyata menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dianggap kafir dan harus diperangi.

Kemudian, Aman juga dinilai telah mengakibatkan banyak korban meninggal dan korban luka berat dalam setiap aksi kejahatannya. Bahkan, Aman dinilai telah menghilangkan masa depan seorang anak-anak.

Tak hanya itu, Aman Abdurahman dengan sengaja menyebarkan pemahamannya melalui tulisan yang disebarkan melalui internet yang bisa diakses secara bebas oleh masyarakat dan pengikutnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum tak menemukan adanya hal meringankan dalam kasus terorisme yang dilakukan oleh Aman Abdurahman.

Aman Abdurahman (Antara)

Dalam tuntutan primer, Aman dinilai terbukti melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6, subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati. Sebagaimana dakwaan kesatu primer.

Dakwaan kedua primer, Aman dinilai melanggar Pasal 14 juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini