nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Kondisi Korban Tawuran yang Tangannya Putus Disabet Celurit

Hambali, Jurnalis · Minggu 27 Mei 2018 16:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 27 338 1903389 begini-kondisi-korban-tawuran-yang-tangannya-putus-disabet-celurit-QqM6SVDArx.jpg Ilustrasi tawuran.

TANGERANG SELATAN - Remaja di bawah umur berinisial MZS (16) masih terbaring lemah di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Dia baru saja menjalani operasi penyambungan pergelangan tangan kanannya yang putus akibat sabetan celurit saat tawuran di Jalan Cirendeu Raya, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel).

"Organ gerak korban telah dicoba 'disambungkan' oleh dokter dengan pemulihan fungsi gerak yang masih menunggu proses observasi," terang AKP Alexander Yurikho Hadi, Kasatreskrim Polres Tangsel, Minggu (27/5/2018).

Korban, MZS, ditemani pihak keluarga terus mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Dari raut wajahnya, tersirat penyesalan mendalam lantaran ikut terlibat dalam tawuran pada malam kejadian.

Korban tawuran di Ciputat. Foto: Hambali/Okezone

Berdasarkan keterangan di lapangan, MZS sendiri langsung dilarikan ke rumah sakit tak beberapa lama setelah kelompok remaja lain melakukan pengeroyokan atas dirinya pada Sabtu 25 Mei 2018 sekira Pukul 02.30 WIB.

(Baca juga: Buntut Tawuran di Ciputat, Polisi Ciduk Penebas Tangan Zaelani)

Usai kejadian, kedua pelaku rupanya berencana melarikan diri. Hal itu terlihat dari percakapan pada aplikasi media sosial di dalam handphone yang telah disita petugas. Pada percakapan itu, pelaku ADA mengakui bahwa dirinya yang menyabetkan celurit ke tangan korban. "Pelaku ini menurut keterangannya sudah di-drop out (dikeluarkan) dari sekolah karena terlibat juga perkelahian, jadi statusnya tidak sekolah," imbuh Alex.

Polisi langsung bergerak cepat, pada siang harinya sekira Pukul 13.00 WIB, pelaku Asep (19) alias Cepot berhasil ditangkap. Menyusul berikutnya sekira Pukul 15.00 WIB, pelaku berinisial ADA (16) dapat dibekuk beserta bukti pendukung lainnya.

"Pelaku Asep memukul punggung korban menggunakan stik golf, lalu pelaku berinisial ADA membacok pergelangan tangan kanan korban hingga putus menggunakan senjata tajam jenis celurit," jelasnya.

Atas perbuatannya, ADA dan Asep dijerat Pasal Pengeroyokan dan atau Penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 ayat (2) Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 170 KUHP subsider Pasal 351 KUHP.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini