PDIP: Radar Bogor Kalau di Jateng Kantornya Rata dengan Tanah

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Kamis 31 Mei 2018 16:52 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 31 338 1905055 pdip-kantor-radar-bogor-kalau-di-jateng-kantornya-rata-dengan-tanah-VignXvtVrP.jpg Massa PDIP geruduk paksa ke kantor media Radar Bogor. Foto: Okezone/Putra Ramadhani

JAKARTA - Politikus PDIP Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul, menilar kantor media Radar Bogor bisa rata dengan tanah jika berada di Jawa Tengah.

Radar Bogor menempatkan tajuk utama dengan judul “Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 juta”. Pemberitaan utama koran tersebut dilengkapi dengan foto Megawati dan beberapa anggota dewan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Kemudian Simpatisan PDIP menggeruduk kantor media Radar Bogor, Kota Bogor, Rabu 30 Mei 2018 kemarin, karena kesal dengan pemberitaan tersebut.

Bambang yang juga Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, menganggap kejadian tersebut akan lebih parah bila terjadi di Jawa Tengah. Pasalnya Jawa Tengah diketahui merupakan salah satu daerah yang menjadi basis massa besar PDIP.

"Kalau pemberitaan kayak begitu Radar Bogor memberitakan kayak gitu di Jawa Tengah, saya khawatir itu kantornya rata dengan tanah. Kenapa begitu? Karena Megawati Soekarnoputri bagi PDIP bukan sekadar ketum," ujar Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (31/5/2018).

"Kami ada ikatan emosional dengan Ibu Ketua Umum, itu ibu kita. Itu ibu kami. Kalau ibu kami itu dihina dan dilecehkan, kira-kira apa yang terjadi pada kau?" kata Bambang.

Foto: Okezone/Putra Ramadhani 

Bambang menilai pemberitaan Radar Bogor tentang gaji Megawati yang mendapat Rp112.548.000 dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) juga sangat tidak berimbang.

Menurutnya kritik boleh saja disampaikan namun tetap harus ada ruang berimbang. Apalagi, pemberitaan ini lanjut Bambang tanpa ada konfirmasi, ditambah judul yang sangat memojokkan Megawati.

"Wah parah. Goyang-goyang kaki dapat Rp 112 juta, memang Megawati Soekarnoputri terima duit? Tanya dulu dong! Sampai hari ini sepeser pun nggak terima. Kalau toh seperti itu pun itu diceritakan," jelas Bambang.

Megawati Soekarnooputi menjabat Ketua Dewan Pengarah BPIP. Foto: Okezone 

Sebagai seorang kader serta pengurus partai, Bambang juga merasa kesal dengan pemberitaan seperti ini. Padahal, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menjelaskan kebijakan gaji yang diputuskan Presiden bersama menteri juga tidak sebesar yang diberitakan selama ini.

"Gaji Rp 5 juta, ini kebijakan presiden setelah dengan menteri. Kalau pemberitaan kayak gitu kan (Radar Bogor) menyusahkan kami. Megawati Soekarnoputri bukan sekadar ketum bagi kami, dia adalah ibu kami. Jangan sampai itu terjadi di Jawa Tengah, rata itu tanah, kantornya," ungkap Bambang.

Foto: Okezone/Putra Ramadhani 

Pimpinan Redaksi Radar Bogor, Tegar Bagja mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Tiba-tiba, puluhan orang dari kader dan simpatisan PDI Perjuangan menggeruduk kantornya.

"Mereka langsung datang marah-marah, sempat merusak barang juga seperti meja dan lainnya. Mereka datang terkait berita head line Radar Bogor hari ini terkait penghasilan ibu Megawati," kata Tegar.

Kemudian, redaksi Radar Bogor memberikan kesempatan perwakilan massa untuk mediasi. Hasilnya, ada beberapa yang disepakati salah satunya memuat klarifikasi terkait pemberitaan tersebut.

"Ya mereka meminta klarifikasi bahwa Rp120 juta penghasilan ibu Megawati tidak lantas diambil. Itu masih koridor wajar lah ya. Dan bahwa Rp120 juta itu bukan gaji tapi penghasilan dari beberapa variabel. Kita terima dan akan dimuat besok," pungkasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini