nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Sandiaga tentang Makna dan Cikal Bakal Pancasila

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 01 Juni 2018 16:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 01 338 1905466 cerita-sandiaga-tentang-makna-dan-cikal-bakal-pancasila-dBL0riQsTu.jpg Wakil Gubernur DKI Jakarta peringati Hari Pancasila di Setu Babakan, Jaksel (Foto: M Rizky)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan, bagaimana cikal bakal Pancasila terbentuk. Menurutnya, sebagai falsafah hidup bangsa tidak lahir dari tempat elite melainkan dari pemikiran para bapak pendiri bangsa.

"Sebetulnya Pancasila itu digali bukan di tempat-tempat sentra elite, bukan di istana-istana atau di Balai Kota. Tapi Pancasila itu hadir dari perenungan pergelutan pemikiran para founding father," kata Sandi saat memberikan sambutan di Setu Babakan, Jumat, (1/6/2018).

Sandi mengungkapkan, Pancasila merupakan serapan dari nilai-nilai luhur yang dianut oleh individu bangsa Indonesia baik dari segi agama, budaya, maupun kehidupan masyarakatnya sendiri.

"Dan nyatanya itu bukan digali di istana raja-raja, bukan. Tapi disarikan dari nilai budaya, agama dan kehidupan masyarakat. Jadi, istilahnya ini, causa materil relief. Bahwa Pancasila bersumber dari nilai-nilai adat istiadat, budaya dan nilai religius yang ada di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia," tuturnya.

 Pancasila

Untuk itu, kata dia, Pancasila sesungguhnya sudah hidup dalam dalam diri masyarakat Indonesia. Bahkan, lebih daripada itu, kata Sandi, Pancasila sudah menjadi DNA sebuah bangsa Indonesia.

"Pancasila bukan hanya milik pemerintah elite politik, apalagi pejabat-pejabat. Tapi Pancasila sejak dahulu hingga kini Pancasila itu sudah hidup. Seperti amanat bapak Presiden tadi: dalam denyut nadi kita sehari-hari di tengah masyarakat, di kampung, di pasar, di masjid, di ruang-ruang warga. Dan Pancasila sudah menjadi DNA kita. Sudah menjadi nilai luhur yang ada di setiap insan bangsa Indonesia," terangnya.

Sandiaga pun ingin mengajak bersama-sama segenap elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila. Bukan sekadar mendorong narasi kata Sandi, atau mendorong teks, atau indoktranisasi. Namun, ia menginginkan ada suatu aktualisasi dari nilai-nilai luhur Pancasila.

"Sentralisasi budaya politik yang kita rasakan di akar rumput, yang ada di wilayah ruang warga. Pancasila hidup lewat konsistensinya, aktualisasi itu sendiri dalam kehidupan keseharian kita. Kita memberikan keteladanan di semua lini masyarakat," paparnya

"Ada banyak sekali yang ada di wilayah masyarakat tadi (yang bisa dilakukan). Misalnya hoaks itu bukan Pancasilais. Menyebar-nyebar berita yang memecah-belah itu bukan Pancasilais. Menyabut penutup gorong-gorong itu bukan Pancasilais. Karena Pancasila mengajarkan kita penuh dengan empati," tukasnya.

Sandiaga Uno

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini