nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Gandeng PPATK Telusuri Keuangan Dua Penyedia Situs Porno

Badriyanto, Jurnalis · Sabtu 09 Juni 2018 01:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 09 338 1908503 polisi-gandeng-ppatk-telusuri-keuangan-dua-penyedia-situs-porno-2mDLeSJ0r9.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Polisi meringkus dua penyedia dan pengelola situs porno www.l****r.org, yang menawarkan anak di bawah umur. Masing-masing pelaku berinisal NMH (34) dan EDL (29), mengaku menjalankan bisnis terselubungnya itu sejak 2012 silam dan telah mendapatkan keuntungan mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Kombes Dani Kustoni mengatakan, keuntungan NMH dan EDL didapat dari iklan dan mucikari yang menjadi membernya. Saat ini, polisi telah menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri transaksi para sindikat tersebut.

"Ini lagi kita telusuri, sudah kita mintakan (ke PPATK)," kata Dani di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (8/6/2018).

 Ilustrasi pornografi

Menurut Dani, setidaknya sudah ada sebanyak 150 ribu akun mucikari yang bergabung alias bersarang di situs yang dibuat dan dikelola NMH dan EDL. Para mucikari itu menjajakan para perempuan pekerja seks komersial (PSK), bahkan anak masih di bawah umur.

Situs porno www.l****r.org yang menampung ratusan akun mucikari itu juga sekaligus menjadi media interaksi antara pria si hidung belang dengan para mucikari. Situs itu juga menyediakan artikel atau bacaan konten dewasa.

"Semua situs, kita tindak lanjuti, makanya kalau ada informasi dari teman-teman (wartawan) pun silakan infokan, nanti kita selidiki betul apa enggak ada itu," imbuhnya.

Setelah situs porno www.l****r.org itu terbongkar, kini polisi juga sedang patroli siber untuk memantau akun-akun mucikari yang sempat menjadi member situs milik NMH dan EDL tersebut. Polisi menduga, meraka akan bersarang di situs lainnya.

"Kemungkinan (pindah) itu pasti ada, makanya kita telusuri terus, kalau ada kita tindak lanjutin. Sementata www.l****r.org ini kita sita. kemungkinan yang lain langsung menghilang, langsung kita telusuri," pungkasnya.

Seperti diketahui, polisi telah mencokok NMH dan EDL, selaku penyedia dan pengelola situs porno www.l****r.org. NMH diringkus dikediamannya di Perumahan Manggar Permai, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur pada 25 Mei 2018, sedangkan EDL ditangkap di Jakarta pada Rabu 30 Mei lalu.

NMH dijerat pasal Tindak Pidana Pencucian Uang dan atau Tindak Pidana perdagangan orang, Pornografi dan atau Tindak Pidana ITE dengan sanksi hukuman penjara paling lama 20 tahun dan denda Rp10 Miliar. Sedangkan EDL dikenai pasal Tindak Pidana Perdagangan Orang, Pornograti dan Tindak Pidana lnformasi dan ITE dengan hukuman 15 tahun dan denda paling banyak Rp6 miliar.

 Ilustrasi pornografi

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini