Sejarah Destinasi Wisata di Jakarta, Istilah "Mobil Goyang" Dulu Sempat Terkenal

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 22 Juni 2018 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 22 338 1912721 sejarah-destinasi-wisata-di-jakarta-istilah-mobil-goyang-dulu-sempat-terkenal-xUanlpocSY.jpg (dok. Okezone)

JAKARTA - Tepat hari ini, salah satu kota yang memiliki sejarah panjang, DKI Jakarta, memasuki usia ke-491 tahun. Sejak tahun 1527, setiap tanggal 22 Juni telah ditetapkan sebagai hari ulang tahun kota Jakarta.

Sunda Kelapa merupakan wilayah yang disebut-sebut sebagai awal mula kelahiran Jakarta. Sebagai jalur perdagangan, dahulu wilayah tersebut dikenal sebagai Kota Pelabuhan. Sunda Kelapa sempat dikuasai oleh Bangsa Portugis.

Setelah melakukan perlawanan untuk mengusir kaum Portugis, tepatnya pada 22 Juni 1527 lalu, Jakarta sempat diberi nama Jayakarta. Di tahun itulah diyakini sebagai awal mula kelahiran DKI.

Kemenangan kaum pribumi tak berlangsung lama, sekitar tahun 1619, Jayakarta berhasil ditaklukan oleh Belanda. Alhasil, kota itupun diubah menjadi Batavia. Baru pada tahun 1942, setelah Belanda takluk, Batavia pun kembali berganti nama menjadi Jakarta.

Meskipun begitu, Jakarta ternyata memiliki versi sejarah awal mula yang berbeda-beda dalam beberapa pendapat dan pandangan serta perspektif para sejarawan di Indonesia.

Walaupun memasuki usia yang cukup tua, sebagai Ibu Kota, Jakarta dewasa ini terus menujukkan kemajuan dan modernisasi. Pembangunan terus bergerak maju, industri berkembang pesat di kota ini.

Gedung-gedung pencakar langit dan polusi kendaraan merupakan hal yang tak sulit ditemui di Jakarta. Masyarakat luar DKI pun memiliki stigma apabila ingin meraih kesuksesan harus pergi ke Ibu Kota.

Di tengah bising dan sibuknya Jakarta, masih terselip beberapa andalan objek wisata khas Ibu Kota. Berikut beberapa destinasi wisata yang menjadi andalannya:

1. Kawasan Wisata Kota Tua

Lokasi wisata Kota Tua yang berada dibilangan Jakarta Barat ini memang kental dengan suasana peninggalan penjajahan Belanda masa lampau. Bagaimana tidak, di tempat ini, beberapa bangunannya sengaja dipertahankan gedung sisa pemerintahan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

(Baca Juga: Ultah Ke-491 DKI Jakarta, Ini 6 Gubernur Fenomenal yang Pernah Memimpinnya)

(Baca Juga: 11 Jenis Transportasi Umum di Jakarta, Sebagian Sudah Hilang)

Kota Tua pun kini menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Jakarta. Dahulu, lokasi tersebut merupakan pusat pemerintahan Batavia. Salah satu bangunannya merupakan Kantor Gubernur Jenderal VOC, kini menjadi Museum Sejarah Jakarta.

2. Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, merupakan tempat yang dikatakan sebagai awal mula kelahiran Kota Jakarta. Kawasan ini dulu merupakan tempat jalur perdagangan dari negara Eropa, Asia, dan Timur Tengah.

Kota Pelabuhan itu juga disinyalir sebagai tempat masuknya ajaran Islam pertama kali di Indonesia.

Hal itu merupakan dampak dari banyaknya pedagang dari Timur Tengah yang singgah di Sunda Kelapa.

Meskipun sempat merasakan masa kejayaannya, Sunda Kelapa kini tak seramai dahulu. Kini, ramai dikunjungi hanya turis lokal. Pelabuhan itupun sekarang menjadi tempat perekonomian yang dikelola oleh Negara melalui PT Pelindo II.

3. Monumen Nasional (Monas)

Sudah menjadi rahasia umum, seluruh masyarakat akan menyebut Monas apabila ditanya soal khas dari DKI Jakarta. Monumen berlapis emas tersebut memang merupakan salah satu Ikon kebanggaan Ibu Kota.

Bangunan yang memiliki tinggi sekitar 132 meter itu merupakan gagasan Presiden pertama Indonesia Soekarno.

Tujuannya adalah untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia saat merebut kemerdekaan Indonesia dari jajahan Belanda.

Monas sendiri sampai saat ini masih eksis dikalangan masyarakat. Banyak warga yang masih menghabiskan waktunya di Monas bersama keluarga dan orang terdekat. Kawasan itupun kini, berada dibawah kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

4. Taman Impian Jaya Ancol

Tempat wisata favorit lainnya di Jakarta adalah Taman Impian Jaya Ancol. Tempat hiburan itu menawarkan objek wisata laut, taman bermain dan wahan permainan di Dunia Fantasi (Dufan). Lahan hasil reklamasi itu menjadi destinasi yang ramai saat hari libur tiba.

Di era tahun 1980-1990-an, kawasan Ancol pun menjadi destinasi favorit kawula muda menghabiskan waktu. Bahkan, kala itu muncul istilah "Mobil Goyang" disepanjang jalan Pantai Festival dan Karnaval Ancol.

(Baca Juga: Gedung Balai Kota DKI, 2 Rumah yang Disatukan untuk Jadi Pusat Pemerintahan)

Karena memiliki pandangan negatif, pihak Ancol dan kepolisian pun melakukan penjagaan dan pengawasan keamanan dikawasan tersebut. Alhasil, fenomena "Mobil Goyang" pun kini memudar.

Untuk menyambut hari ulang tahun Jakarta ke-491 tahun, Ancol pun melakukan beberapa rangkaian kegiatan untuk ikut memeriahkan hari jadi Ibu Kota. Bentuk pameran dan pentas kesenian khas Jakarta pun disiapkan Ancol mulai dari 22-25 Juni 2018.

"Ada seminar hari lahir Jakarta, pentas ondel-ondel dan penampilan lenong bocah untuk menyambut hari jadi Jakarta," kata Corporate Communication Ancol Taman Impian, Rika Lestari saat dikonfirmasi Okezone, Kamis 21 Juni 2018 kemarin.

5. Setu Babakan

Kawasan wisata Setu Babakan, Jakarta Selatan, merupakan salah satu destinasi wisata yang menawarkan kesejukan di tengah padatnya bangunan Ibu Kota. Tempat itu dikenal sebagai objek wisata yang rindang, karena keasrian pepohonan dan hamparan danaunya.

Selain itu, Setu Babakan juga merupakan objek wisata yang menjadi pelestarian kebudayaan khas Jakarta, yakni Betawi. Masyarakat akan diajak untuk melihat beberapa khas suku asli Jakarta di tempat itu.

Mulai dari rumah khas Betawi, kesenian berupa lenong, Tari Topeng, Tanjidor, Marawis, Gambang Kromong, Tari Lenggang Nyai, dan Tari Narojeng. Tak ketinggalan, kuliner aseli Jakarta, seperti Gado-Gado, kerak telor dan bir pletok.

Sebenarnya, masih banyak tempat bersejarah lainnya di Jakarta yang menjadi tempat favorit masyarakat. Perlu kesadaran bersama dari masyarakat untuk menjaga ciri khas Ibu Kota Jakarta agar tak lekang oleh waktu.

Selamat ulang tahun Jakarta, semoga tetap menjadi kota yang aman, nyaman dan dicintai oleh pemimpin dan warganya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini