Guru Dipecat karena Pilih Ridwan-Uu, Pengamat: Praktik Kemunduran Demokrasi

Fahreza Rizky, Okezone · Sabtu 30 Juni 2018 19:20 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 30 338 1916111 guru-dipecat-karena-pilih-ridwan-uu-pengamat-praktik-kemunduran-demokrasi-QH8q56YHz1.jpg Pengamat politik Ubedillah Badrun (Foto: Okezone)

JAKARTA - Robiatul Adawiyah, seorang guru SDIT Darul Maza RT 05 RW 03 Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, dipecat dari sekolah tempatnya mengajar lantaran berbeda pilihan calon kepala daerah dengan pihak sekolah.

Terkait hal itu, Direktur Pusat Studi Sosial Politik Indonesia Universitas Negeri Jakarta, Ubedillah Badrun menilai perlakuan itu tidak konstruktif di dalam budaya demokrasi Indonesia.

“Karena itu ciri adalah kebebasan politik dimanapun dalam lembaga apapun harus bebas,” ujar Ubedillah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6/2018).

 SDIT Darul Maza

Ubedillah melanjutkan, apabila ada sebuah lembaga yang memaksa salah satu anggota untuk memilih pasangan calon tertentu perlu dikoreksi. Sebab, tindakan semacam itu bisa membuat kemunduran demokrasi bagi Indoensia.

“Sebuah praktik yang menunjukkan kemunduran demokrasi. Kira-kira seperti itu,” terang dia.

Sementara, Direktur Riset Populi Center Usep S Ahyar menyatakan bahwa adanya indikasi pemaksaan untuk memilih suatu oasangan berupa gunung es yang kemudian pecah.

“Di mana banyak lembaga pendidikan yang sudah berasosiasi dengan parpol,” ungkap Usep.

Oleh karena itu, Usep menilai adanya pemaksaan tersebut bukanlah sebuah konteks demokrasi di Indonesia yang melahirkan sebuah kebebasan. Tetapi malah menjadi sebuah paksaan.

“Ini tidak mencerdaskan konteks demokrasi pilihan masyarakat program kerja. Dan tapi ini dipaksa memilih dan ini lembaga juga dipaksakan,” ucap dia.

Seperti diketahui, seorang guru SDIT Darul Maza RT 05 RW 03 Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, mengaku dipecat dari sekolah tempatnya mengajar lantaran berbeda pilihan calon kepala daerah dengan pihak sekolah. Ironisnya, guru tersebut dipecat melalui pesan yang dikirim dalam Grup WhatsApp.

Kisah guru malang yang diketahui bernama Robiatul Adawiyah itu diunggah pertama kali di akun Facebook milik Andriyanto Putra Valora yang merupakan suami Robiatul.

Dalam postingan-nya, Andriyanto menuturkan, sang istri dipecat secara tidak hormat hanya karena memilih pasangan calon (paslon) Ridwan Kamil-Uu untuk Jabar 1 dan Rahmat Effendi-Tri Adhianto untuk Kota Bekasi dalam Pilkada 2018. Sementara pihak sekolah ternyata mempunyai pilihan paslon sendiri, yang kemungkinan harus pula dipilih oleh guru-guru yang mengajar di sekolah tersebut.

Kabar tersebut kemudian menjadi perdebatan dan menuai kecaman di dunia maya, bahkan Cagub Jawa Barat Ridwan Kamil ikut angkat bicara dan berencana mencarikan pekerjaan untuk guru tersebut. Namun, di tengah dinamika yang terjadi, akhirnya pihak SDIT Daruz Maza meminta maaf kepada guru tersebut dan mengurungkan niatnya untuk melakukan pemecatan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini