nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sempat Bikin Heboh, Satpol PP DKI Razia Diskotek 108 The New Atmosphere

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 03 Juli 2018 13:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 03 338 1917174 sempat-bikin-heboh-satpol-pp-dki-razia-diskotek-108-the-new-atmosphere-rcy84EZG5h.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Diskotek Illigals yang berlokasi di Jakarta Barat, melakukan perubahan nama menjadi 108 The New Atmosphere. Penggantian nama itu dilakukan oleh pihak manajemen lantaran tempat hiburan malam itu kerap terbukti menjadi tempat untuk transaksi narkoba.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Yani Wahyu mengaku langsung mengerahkan anak buahnya ketika mengetahui tempat hiburan itu akan beroperasi pada Senin, 2 Juli 2018 malam. Sebab, rekam jejak diskotek itu bisa dibilang memiliki cerita yang buruk selama menjalankan bisnis hiburannya di Ibu Kota.

Tak hanya itu, petugas Satpol PP pun memeriksa perizinan yang dikeluarkan dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP DKI Jakarta terkait perubahan nama tersebut. Setelah memeriksa, ternyata memang izinnnya sudah dikeluarkan.

"Terkait dengan 108 masuk ke sana, kita lakukan pengawasan terutama perizinan. Perizinan lengkap, memang sudah ada izin dari DPTSP," kata Yani saat dihubungi, Selasa (3/7/2018).

(Baca Juga: Viral Diskotek Stadium Buka Lagi, Manajemen 108 The New Atmosphere Angkat Bicara)

Dalam kegiatan razia itu, lanjut dia, pihaknya tak menemukan pelanggaran seperti adanya narkoba dan prostitusi. Di dalam ada kegiatan usaha berupa bar, karaoke, dan spa. Semua itu memang yang tercantum di surat izin ketika manajemen mengajukan penggantian nama ke Dinas Penanaman Modal dan PTSP DKI Jakarta.

"Kita cek ke dalam memang sudah memenuhi unsur yang dipersyaratkan Dinas PTSP," imbuh Yani.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno mengaku memang memerintahkan jajaran Satpol PP DKI Jakarta untuk melakukan pengawasan ke Diskotek 108 The New Atmosphere. Sebab, pihaknya tak ingin kecolongan, bila nanti ditemukan adanya praktik bisnis terlarang di sana.

"Tugas Pemprov melalui aparat memastikan usaha di Jakarta sesuai koridor ketentuan perundangan berlaku," kata Sandi di kawasan Jakarta Timur, hari ini.

Politikus Partai Gerindra itu ingin memastikan jelang berlangsungnya perhelatan Asian Games 2018 mendatang, di Jakarta dalam keadaan aman, tertib dan terkendali.

Saat masih bernama Illigals, diskotek ini kerap memiliki masalah. Di antara dua kasus terbaru yakni, Mei 2017 lalu, seorang bandar narkoba, Dony Irawan (30), tewas di tempat ketika timah panas anggota BNN Provinsi DKI menembus dada.

Kala itu, Dony berusaha kabur saat kasusnya dikembangkan. Bersama rekannya, Nur Rohmadani, keduanya tertangkap tangan membawa 1.000 pil ekstasi, 470 H-Five serta sabu sebanyak 511 paket kecil masing-masing dengan berat 0,5 gram.

Sementara pada awal Februari 2018 lalu, Satnarkoba Polres Jakarta Selatan menciduk AR (60), yang merupakan pensiunan Kemenetrian ESDM. Hasil pengakuannya, AR membeli sabu dari seorang pekerja di Illigals, berinisial M seharga Rp800.000. Meskipun sudah dua kali terkena narkoba, namun diskotek itu masih beroperasi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini