Aksi 67 Dinilai Cederai Nama Baik Ulama Indonesia di Mata Internasional

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 05 Juli 2018 19:46 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 05 338 1918494 aksi-67-dinilai-cederai-nama-baik-ulama-indonesia-di-mata-internasional-hgxgg4AB7m.jpg

JAKARTA - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Warga Jakarta Bersatu (Aswaja Satu) melakukan aksi untuk meminta Gubernur DKI Jakarta segera membatalkan aksi 67 yang dinilai menciderai pertemuan ulama internasional.

"Kami mendesak pak Anies sebagai tuan rumah pertemuan ulama internasional untuk membatalkan aksi 67 demi menjaga nama baik ulama di pertemuan intetnasional yang sedang berlangsung," ujar Humas Aswaja Satu, Ustadz Haji Rowidin kepada awak media di depan Balai Kota Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Menurut Ustadz Rowidin, sangatlah tidak elok dan tidak etis, di saat ulama dan umaro internasional sedang berkumpul, ulama lain justru ada yang melakukan demo.

"Jika terjadi, demo tersebut sangat menciderai nama baik ulama Indonesia, apalagi posisi kali ini juga pak Anies sebagai salah satu penggagas pertemuan ulama internasional ini," papar Rowidin.

(Baca Juga: 6.500 Polisi Amankan Aksi PA 212 di Jakarta Besok)

Selain itu, sambung Rowidin, aksi 67 diduga sangat bernuansa politis yang dapat menimbulkan kegaduhan, bukan malah membuat kedamaian dan ketentraman umat islam.

"Kami sangat menyayangkan, isu-isu yang dibawa juga diduga issue titipan demi kepentingan tertentu, dan ini penting pak Anies perhatikan," ujarnya.

Maka demikian, bersama Aswaja Satu, Haji Rowidin juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Jakarta untuk mensukseskan pertemuan ulama internasional yang sedang berlangsung.

"Mari kita kawal dan jaga keamanan dan kenyamanan pertemuan ulama internasional yang sedang berlangsung, kita tunjukkan dimata internasional, sebagai tuan rumah Indonesia mampu melaksanakan pertemuan ini dengan baik dan tertib," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Persaudaran Alumni 212 akan menggelar aksi ‘67 tegakan keadilan’ di Kementerian Dalam Negeri dan Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat 6 Juli siang besok. Polda Metro Jaya menyiapkan 6.500 personelnya untuk mengamankan aksi.

"Dari kepolisian ada 6.500 personel kita turunkan gabungan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini