Warga Keluhkan Tarif PDAM Naik Tapi Aliran Air Bersih Mati Terus

Wahyu Muntinanto, Okezone · Jum'at 06 Juli 2018 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 05 338 1918543 warga-keluhkan-tarif-pdam-naik-tapi-aliran-air-bersih-mati-terus-Gdm2IhUbE1.jpg Foto Ilustrasi Okezone

DEPOK - Kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Depok memang menjadi tanggung jawab Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok, namun meski tarif PDAM naik, pelayanan tidak kunjung ditingkatkan, malah PDAM kerap mematikan saluran air di Kota Depok.

Menurut Binsar Sabar (45) selaku pelanggan PDAM Tirta Asasta Kota Depok, di Kecamatan Sukmajaya, mengaku kecewa dengan pelayanan PDAM yang kerap kali mematikan aliran air ke sejumlah pelanggan.

Menurutnya, kebijakan untuk mematikan air apapun alasannya sangat menggagu pelanggan, Padahal tak lama sebelumnya aliran air dari PDAM Tirta Asasta Kota Depok pun sempat mati.

"Bulan puasa kemarin juga sempat mati, sekarang di matiin mul. Susah benar ya kalau pakai air dari PDAM," ucap Binsar kepada Okezone, Kamis (5/7/2018)

Hal senada pun diungkapkan Abdullah (58) warga Cimanggis. Dia mengaku selain seringnya mati aliran air bersih PDAM, belakangan ini harga tarif air PDAM sudah mengalami kenaikan, sejak beberapa bulan kebelangang.

"PDAM padahal sudah menaikan tarif air, tapi kenapa kok PDAM sering banget matiin air," paparnya.

 pdam

Menurut Abdullah, sebelumnya per bulan dirinya biasa membayar tarif air sebesar Rp80 ribu per bulan, tapi sekarang dirinya, mengaku bisa membayar air sampai Rp120 ribu perbulan.

"Naiknya lumayan tinggi, padahal pemakainnya sama aja, hanya untuk kebutuhan MCK dan memasak," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Umum PDAM Tirta Asasta Kota Depok, EE Sulaeman, menuturkan penghentian aliran air bersih itu dilakukan, sehubungan dengan adanya Penyadapan (tapping) pipa jalur intake instalasi pengolahan air (IPA) Legong, Sukmajaya, dan pergantian panel MDP di intake IPA Legong.

"Wilayah yang terkena dampak penghentian pengaliran adalah seluruh area wilayah pelayanan timur di 4 Kecamatan di Depok, yaitu Kecamatan Sukmajaya, Kecamatan Cimanggis, Kecamatan Cilodong dan Kecamatan Tapos," kata Sulaeman.

Menurut Sulaeman, ada sekitar 38 Ribu pelanggan PDAM Tirta Asasta Kota Depok di 4 Kecamatan itu yang akan terkena dampak penghentian aliran air bersih selama 14 jam ini.

"Kepada pelanggan kami imbau agar menampung air bersih seperlunya sebelum penghentian pengaliran dilaksanakan. Kami mohon maaf sebelumnya atas ketidaknyamanan ini," tuturnya.

Sulaeman memastikan bahwa pihaknya telah menyebarkan informasi tersebut, secara langsung pemberitahuan kepada seluruh pelanggan yang terdampak di 4 Kecamatan di Depok itu, baik secara door to door, atau pengumuman di media sosial.

"Kami harap dengan ini, informasinya sudah sampai ke semua pelanggan, sehingga pelanggan sudah menampung air bersih secukupnya, saat penghentian pengaliran air kami lakukan," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini