Meski Telah Disegel, Anies Akui Masih Ada Pembangunan di Pulau Reklamasi

Badriyanto, Okezone · Jum'at 20 Juli 2018 01:06 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 19 338 1924807 meski-telah-disegel-anies-akui-masih-ada-pembangunan-di-pulau-reklamasi-iWcdyoFXbQ.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memantau penyegelan bangunan di Pulau D hasil reklamasi di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Kamis (7/6/2018). (Foto: Harits Tryan Akhmad/Okezone)

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui masih ada kegiatan di Pulau C, setelah beberapa waktu lalu resmi disegel. Kegitan itu berupa pembangunan jembatan di muara Sungai Dapap, Kosambi, Tangerang yang tidak jauh dari Pantai Indah Kapuk (PIK) Dua, menuju Pulau C proyek reklamasi.

Menurut Anies, kegiatan pembangunan itu baru diketahui setelah ia menerjunkan tim untuk memantau langsung menggunakan drone. Pasalnya, melalui pantauan udara itu, terlihat ada kegiatan pembangunan di PIK Dua tersebut.

"Ada juga pembangunan jembatan di Pulau C, ada gambar-gambar, tetapi mereka (tim) tidak bisa menyimpulkan sampai sekarang apakah barang-barang yang ada di situ sudah ada tanggal 7 Juni atau baru ada sesudah tanggal itu," kata Anies di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu melanjutkan, kini anak buahnya masih menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan adanya penampakan material konstruksi yang di Pulau Reklamasi tersebut.

Penyegelan bangunan di pulau reklamasi. (Foto: Harits Tryan Akhmad/Okezone)

Berhubung pulau itu sudah resmi disegel, Anies mengaku tidak akan membiarkan ada kegiatan pembangunan. Ia tidak akan segan-segan untuk membubarkan proyek di wilayah Pulau Reklamasi tersebut.

"Intinya kita tidak akan menoleransi dan membiarkan kalau ada pelanggaran, jadi sekarang mereka (tim) sedang cek apakah ini baru atau tidak. Kalau ini barang baru berarti ada sanksinya, sanksinya apa, saya akan lihat aturan nanti, yang jelas kita tidak akan diam," pungkasnya.

Sekadar informasi, pada Kamis 7 Juni lalu Pemprov DKI Jakarta resmi menyegel sebanyak 932 bangunan berupa rumah tinggal dan perkantoran di Pulau C proyek reklamasi pada, lantaran ada dilahan yang tidak memiliki izin mendirikan bangunan.

Saat itu juga, Pemprov DKI Jakarta mengerahkan pasukan Satpol PP untuk menyegel Pulau D meski masih berbentuk lahan kosong. Dengan demikian, tidak boleh ada lagi kegiatan pembangunan di dua Pulau C dan C, Pulau Reklamasi tersebut.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini