nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apa Arti Pelican Crossing dan Bedanya dengan Zebra Cross?

Qur'anul Hidayat, Jurnalis · Senin 30 Juli 2018 15:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 30 338 1929336 apa-arti-pelican-crossing-dan-bedanya-dengan-zebra-cross-SPDb59zjAl.jpg Pelican crossing yang baru dibuat di dekat Bundaran HI. (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)

JAKARTA - Istilah 'pelican crossing' mulai banyak dibicarakan oleh masyarakat Indonesia setelah kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang mengganti jembatan penyeberangan orang (JPO) dengan sistem yang sudah banyak digunakan di luar negeri itu.

Lantas, apa arti pelican crossing? Menurut Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna, pelican crossing biasa juga disebut pedestrian light controlled crossing. Jadi, penyeberangan jenis ini memberikan keleluasaan pada warga yang ingin menyeberang untuk menekan tombol yang menghidupkan lampu merah bagi pengendara yang melintas.

Pelican Crossing Bundaran HI Mulai Digunakan Pejalan Kaki

"Di sini sebetulnya adalah bentuk penghargaan dan perlindungan bagi pejalan kaki agar bisa jadi prioritas untuk menyeberang jalan," kata Yayat kepada Okezone, Senin (30/7/2018).

Konsep pelican crossing sebenarnya mirip dengan 'zebra cross' yang sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia. Namun, zebra cross tak memberikan keleluasaan bagi penyeberang untuk mengatur lampu yang memberi tanda agar pengendara berhenti di belakang garis. Artinya, pelican crossing lebih memberikan perlindungan ke penyeberang dibanding zebra cross.

Pelican Crossing Bundaran HI Mulai Digunakan Pejalan Kaki

Menurut Yayat, pembuatan pelican crossing memang lebih murah dibandingkan JPO atau underpass. Namun, penggunaan sistem penyeberangan jalan ini masih terkendala dengan budaya disiplin warga Indonesia yang lebih rendah dibanding negara maju. Banyak pengendara yang tak taat dan menerobos meski sudah diberikan tanda berhenti lewat lampu merah.

"Ini tentu bikin deg-degan kalau mau menyeberang," kata Yayat.

Pelican Crossing Bundaran HI Mulai Digunakan Pejalan Kaki

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebelumnya mengatakan, perobohan JPO di dekat Bundaran Hotel Indonesia (HI) atau di dekat 'patung selamat datang' untuk memberikan kemudahan bagi para difabel yang hendak menyeberang. "Memudahkan bagi warga terutama yang memiliki kebutuhan khusus Baik Ibu Mengandung, orang tua penyandang disabilitas ataupun difabel," kata Anies.

Anies mengatakan pihaknya akan membuat dua tempat untuk penyeberangan. "Sekarang kita akan membuatnya Jadi dua, jadi nanti akan ada satu lagi di sini ujung utara Thamrin dan Ujung Selatan Jalan Thamrin," terang Anies. (qlh)

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini