Tawuran Pelajar di Tangsel, Seorang Siswa SMK Kritis Tertancap Pedang di Wajah

Hambali, Okezone · Selasa 31 Juli 2018 22:49 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 31 338 1930066 tawuran-pelajar-di-tangsel-seorang-siswa-smk-kritis-tertancap-pedang-di-wajah-uBu6SLqPPw.jpg (Foto: Ist)

TANGERANG SELATAN - Aksi tawuran pelajar kembali terjadi di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (31/7/2018) sore. Kali ini, pertikaian antar dua kelompok remaja itu berlangsung di Jalan Raya Serpong, Kademangan, Setu.

Tawuran berlangsung sekira Pukul 16.00 WIB. Ketika itu, masing-masing kelompok yang diduga berasal dari SMK Sasmita Pamulang dan SMK Bhipuri Cilenggang, saling berhadap-hadapan sambil mengayunkan berbagai senjata tajam.

Seperti dikomando, tiba-tiba kedua kelompok yang berjumlah 50 puluhan pelajar itu langsung terlibat bentrokan fisik. Korban pun jatuh, seorang pelajar bernama Ahmad Fauzan (18) dari SMK Sasmita tergeletak bersimbah darah. Tepat di bagian bawah matanya, tertancap pedang yang nyaris menembus kepala belakang.

Tawuran akhirnya berhasil dibubarkan warga, sementara korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Serpong.

Foto: Hambali

Hingga malam ini, tubuh pelajar malang itu hanya terkulai tak berdaya di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) didampingi pihak keluarga. "Tadi saya dikabari temannya, dibilangnya kecelakaan, enggak taunya waktu sampai sini ternyata kejadiannya begitu. Hasil rontgen, kepalanya ditembus pedang," tutur Ifan Sofyan, ayah dari Ahmad Fauzan di ruang IGD RS Hermina Serpong.

Menurut keterangan warga di sekitar lokasi tawuran, aksi dua kelompok pelajar itu sempat membuat suasana di sepanjang Jalan Raya Serpong mencekam. Terlebih, masing-masing pelajar itu mempersenjatai diri dengan pedang, klewang, celurit, tombak dan senjata tajam lainnya.

"itu berhadap-hadapan, tadi sebelum tawuran kan mereka saling kumpul nenteng-nenteng senjata tajam semua, tapi anehnya polisi enggak ada yang datang satupun, padahal kan tadi sebelum tawuran mereka kumpul lama banget di sini sambil bawa senjata," ucap Yudi (39), pemilik warung kelontong yang sempat menyaksikan tawuran sore tadi.

Dikatakannya, awalnya warga tak berani melerai tawuran karena para pelajar yang jumlahnya puluhan justru berupaya melawan. Namun setelah warga mulai ramai berdatangan, dibantu pula dengan driver ojek daring yang melintas, akhirnya dua kelompok remaja itu berhamburan melarikan diri.

"Tadi anak-anaknya pada bawa senjata tajam semua, karena warga cuma ada beberapa orang, jadi mereka enggak mau dibubarin. Baru setelah ramai, akhirnya mereka bubar, tapi itu satu orang siswa sudah tergeletak," imbuh Yudi.

Pihak kepolisian sendiri belum mau mengomentari tawuran pelajar itu. Sejumlah petugas nampak mendatangi pula RS Hermina Serpong guna menjenguk korban dan meminta keterangan dari rekan-rekannya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini