nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terdakwa Sakit Radang Gusi, Sidang Vonis Peremas Payudara di Depok Ditunda

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Kamis 02 Agustus 2018 21:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 02 338 1931039 terdakwa-sakit-radang-gusi-sidang-vonis-peremas-payudara-di-depok-ditunda-fBRiLnlaGI.jpg PN Depok helat sidang vonis kasus aksi remas payudara. Foto: Okezone/Wahyu

DEPOK – Sidang vonis kasus aksi meremas payudara ditunda karena terdakwa mengeluh sakit gusi.

Pengadilan Negeri (PN) Depok menggelar sidang dengan agenda pembacaan putusan atau vonis kasus peremas payudara dengan terdakwa Ilham Sinna Tanjung (30) pada Kamis (2/8/2018) di ruang Tirta.

Namun, Hakim Ketua Rizki Nazario Mubarak menunda, lantaran terdakwa yang terbukti meremas payudara RA (22) tidak hadir karena beralasan sakit Gingivitis atau radang gusi.

"Dari penasehat hukum mengajukan surat keterangan sakit. Perlu istirahat selama dua hari. Mulai hari ini sampai dengan besok. Jadi putusan belum bisa dibacakan, karena harus ada terdakwa," kata Ketua Majelis Hakim Rizky Nazario Mubarak di Sukmajaya, Depok, Kamis (2/8/2018).

Foto/Ist 

Alasan sakit tersebut dapat diterima majelis hakim, karena kuasa hukum terdakwa membawa bukti berupa surat keterangan dokter. Kemudian surat itu disaksikan majelis hakim dengan disaksikan Jakasa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Depok Putri Dwi Astrini.

Setelah majelis menerima surat tanda bukti yang menyatakan terdakwa sakit, hakim ketua Rizky menyatakan sidang ditunda pada pekan depan Kamis 9 Agustus 2018 dengan menghadirkan terdakwa.

"Persidangan akan ditunda sampai Kamis depan tanggal 9 Agustus 2018. Agar terdakwa mematuhi ketentuan harus hadir di persidangan ini," tutup Hakim Rizky sambil mengetuk palu.

Pemberitaan Okezone melaporkan, Ilham meremas payudara berinisial RA (22) di Jalan Kuningan RT 01/RW 18 Kelurahan Kemiri Muka, Beji pada medio Januari 2018. Aksi ini terekam CCTV dan menjadi viral

Ilham dituntut rendah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Depok dengan hukuman 4 bulan penjara lantaran terbukti melanggar pasal 281 ayat 1 KUHP tentang Keasusilaan.

"Dengan menimbang dari segala perbuatan terdakwa telah terbukti dengan sengaja, terbuka melanggar kesusilaan di belakang bank Mandiri KCP Depok. Menjatuhkan tuntutan selama empat bulan penjara," kata JPU Putri Dwi Astrini di ruang sidang II, PN Depok, Kamis (5/7/2018).

Padahal perbutan itu sudah dilakukan dengan berencana, dengan cara mengamati gerak gerik korban sehingga sudah mengarah ke arah pelecehan seksual.

Selain itu, polisi juga tidak melakukan penahanan terdadap pelaku pelecehan seksual tersebut karena ancaman pidana yang dikenakan di bawah 4 tahun penjara. Sehingga setatus pelaku saat itu menjadi tahanan luar dan wajib lapor.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini