nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mabuk Ciu dan Bawa Celurit, 3 Pelajar SMP Diamankan

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Jum'at 03 Agustus 2018 16:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 03 338 1931375 mabuk-ciu-dan-bawa-celurit-3-pelajar-smp-diamankan-1sGmUk7jYX.jpg 3 Pelajar SMP yang diamankan petugas (foto: Putra/Okezone)

BOGOR - Satuan Petugas Pelajar Kota Bogor mengamankan tiga pelajar SMP yang tengah mabuk ciu di Jalan Raya Pajajaran, Kota Bogor. Tak hanya itu, dua bilah senjata tajam celurit juga ditemukan di dalam tas mereka.

Salah satu anggota Satgas Pelajar Kota Bogor, Martin menjelaskan ketiga pelajar yang berinisial ZN (14), AS (14) dan FZ (15) itu diamankan di depan McD Lodaya, Jalan Raya Pajajaran sekira pukul 13.30 WIB.

Saat itu, petugas yang tengah berpatroli melihat ketiganya tutun dari angkutan umum. Namun, mereka menunjukan gelagat yang mencurigakan sehingga petugas mencoba menghampirinya untuk diperiksa.

"Gelagat mereka habis turun dari angkot bikin curiga, jadi kita datangi buat tanya identitas mereka," ujar Martin kepada Okezone, Jumat (3/8/2018).

 pelajar

Kecurigaan petugas semakin bertambah karena tercium bau minuman beralkohol yang menyengat dari mulut mereka. Kemudian, petugas memeriksa isi tas dan ditemukan dua bilah cerulit berukuran kecil.

"Pas mereka ngomong, aroma dari mulutnya bau (minuman) banget. Terus kita periksa tas mereka, ditemukan dua cerulit dari tas ZN," jelasnya.

Sementara itu, salah satu pelajar ZN (14) mengatakan dia bersama temannya hendak pergi ke rumah saudaranya di daerah Cileungsi. Sebelum berangkat, ZN mengaku sempat berpesta miras jenis ciu.

"Saya bukan mau tawuran, tapi mau ke rumah om saya di Cileungsi. Temen saya nganterin. Tadi sebelum berangkat sempat diajak temen minum ciu dulu dekat sekolah. Habis dua botol," ungkap ZN.

 pelajar

Terkait senjata tajam tersebut, ZN mengaku memang sengaja membeli dari temannya seharga Rp25 ribu. Senjata itu, diakuinya hanya untuk sekedar menjaga diri dari serangan kelompok pelajar sekolah lain.

"Itu beli dari teman saya, katanya butuh uang. Karena kasian saya beli. Buat jaga-jaga aja pak takut diserang sama sekolah lain," ujar ZN.

Saat ini, mereka sudah diamankan di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor sambil berkoordinasi dengan pihak sekolah. Petugas pun memberikan hukuman berupa menulis istigfar satu buku penuh.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini