nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prostitusi di Kalibata City, DPRD Minta Pemprov DKI Rajin Sidak di Apartemen

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 09 Agustus 2018 06:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 09 338 1933852 prostitusi-di-kalibata-city-dprd-minta-pemprov-dki-rajin-sidak-di-apartemen-qQG2ACtDGv.jpg

JAKARTA – Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk lebih rajin mengawasi aktivitas di seluruh apartemen yang berdiri di Ibu Kota.

Hal itu menyusul kembali terkuaknya praktek prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Pihak kelurahan diminta melakukan pemeriksaan ke apartemen maupun kontrakan di sekitarnya dalam tenggat waktu seminggu sekali.

“Saya dari jaman Pak Ahok sudah sampaikan bahwa yang namanya kelurahan itu harus melakukan sidak-sidak di wilayah-wilayah yang terindikasi adanya prostitusi,” kata Bestari kepada Okezone, Kamis (9/8/2018).

Foto/Ist

Menurut dia, gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta harus berani bertindak tegas dengan memerintahkan perangkat lurah agar bertanggungjawab terhadap lingkungan sekitarnya. Apabila hal itu tetap dibiarkan, maka bukan tidak mungkin akan peristiwa yang lebih menghebohkan, seperti ditemukannya sarang narkoba atau teroris di apartemen.

Baca: Beredar Ajakan Kontes Adu Kejantanan, Saat Ditelusuri Ternyata Lokasinya Begini

“Gubernur dan wagub ini kemudian mengkoordinasikan kepada aparatur setempat laksanakan sidak-sidak gitu lho. Diperiksa itu. Bukan hanya untuk mengantisipasi pelacuran tapi juga terorisme dan narkoba,” ujarnya.

Politikus Partai NasDem itu tak bisa memastikan apakah Pemprov DKI bisa menutup aktivitas yang ada di sana. Sebab, hingga kini aturan yang mengatur keberadaan hunian vertikal itu belum ada regulasi yang mengikat. Ia berharap pemerintah daerah mengusulkan rancangan Perda tentang Tertib Hunian, sehingga nanti tinggal dibahas bersama DPRD.

“Dengan temuan ini Pak Anies ini bisa kemudian menindaklanjuti dengan berkoordinasi atau memerintahkan Satpol PP, kelurahan, kecamatan untuk melakukan sidak,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, polisi berhasil mengamankan 32 PSK dan 5 di antaranya masih anak-anak. Kejadian ini sendiri sudah berulang kali terjadi di apartemen tersebut, dan setidaknya sudah tiga kali penangkapan dalam 7 bulan terakhir.

Polisi juga telah menetapkan tiga orang tersangka, yakni SBR alias Obay, TM alias Oncom, dan RMV. Atas perbuatannya, para pelaku itu dijerat dengan Pasal 296 KUHP dengan ancaman 1 tahun 4 bulan penjara dan Pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini