nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Minta Pemerintah Tindak Lanjuti Penelitian 2050 Jakarta Utara Tenggelam

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 14 Agustus 2018 07:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 14 338 1936135 warga-minta-pemerintah-tindak-lanjuti-penelitian-2050-jakarta-utara-tenggelam-47elDrCzAh.jpg Ilustrasi Jakarta Utara tenggelam pada 2050. (Foto: BBC Indonesia)

JAKARTA – Tim peneliti geodesi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) memprediksi kawasan Jakarta Utara akan tenggelam pada 2050. Hal itu disebabkan terjadinya penurunan tanah setinggi 25 sentimeter (cm) setiap tahunnya.

Ira Gita Natalia, salah seorang warga Pademangan Barat, Jakarta Utara, mengaku baru mengetahui penelitian tersebut. Sebagai warga yang sudah bertahun-tahun tinggal di sana, ia mengaku khawatir.

"Saya baru tahu kalau ada perkiraan Jakarta Utara akan tenggelam 2050 gara-gara tanah kita turun 25 cm per tahun. Sebagai warga Jakut, saya khawatir dan kaget karena enggak kebayang nanti anak-cucu tinggal di mana," kata Ira saat dikonfirmasi Okezone, Senin 13 Agustus 2018.

(Foto: BBC Indonesia)

Ira mengatakan, hal itu seharusnya bisa disosialisasikan kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di Jakarta Utara. Dengan begitu, banyak warga yang akan paham dan bisa melakukan pencegahan.

"Menurut saya, hal kayak gini disebar ke warga Jakarta biar kita semua tahu kalau kondisi kita lagi urgen. Ajarin warga Jakarta bisa prihatin, bisa peduli sama kondisi kota kita sampai beberapa tahun ke depan," ucapnya.

"Biar ramai-ramai cegahnya, artinya dari warga Jakarta juga mereka juga harus bertindak, apa nih dengan fakta yang ada itu, juga harus diedukasi jangan sampai yang tahu cuma kalangan yang tahu saja, jadi enggak bersinergis," sambungnya.

Sementara Eva, warga lainnya di Kawasan Cilincing, mengatakan sudah mengetahui informasi tersebut, bahkan dirinya telah merasakan langsung peningkatan air di kawasan ini.

"Tahu Jakarta akan tenggelam, tapi enggak tahu kalau tenggelamnya itu 2050. Tahunya Jakarta akan tenggelam saja. Merasakan kadang, apalagi kalau lewat Kali Ancol, itu airnya semakim tinggi, semakin kayak rata sama jalanan," paparnya.

(Foto: Getty Images)

Eva merasa khawatir dengan kondisi tersebut. Maka itu, ia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan penurunan tanah tidak terus berlanjut.

"Harapannya ya pasti enggak kayak gitu (tenggelam). Kurang-kurangin pembangunan gedung tinggi biar tanah enggak ambles," ungkapnya.

Sebelumnya, seperti dikutip dari BBC News Indonesia, Ketua Dewan Pertimbangan APERSI Eddy Ganefo mengatakan jika pemerintah tidak membatasi izin pendirian pembangunan maka rekan-rekannya sesama pengembang akan terus membangun. Sebab di mata mereka, "selama bisa jualan, laku, pengembang akan jalan terus".

Eddy menyebut rekan-rekan pengembangnya yang memiliki proyek di pantai utara Jakarta, biasanya menjadikan air laut yang disuling menjadi air tawar sebagai sumber air bersih.

Meski mengklaim tidak menggunakan air tanah, Eddy menekankan pembatasan pembangunan perumahan di pinggir laut penting karena terdapat praktik 'kurang terpuji' yang dilakukan rumah-rumah tersebut.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini