nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TNI Bantah Prajuritnya Lakukan Pemukulan Terhadap Dokter dan Bocah di Tol Jagorawi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 23 Agustus 2018 13:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 23 338 1940282 tni-bantah-prajuritnya-lakukan-pemukulan-terhadap-dokter-dan-bocah-di-tol-jagorawi-6f0XrgCFKc.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen Sabrar Fadhilah menegaskan bahwa pelaku pemukulan terhadap seorang dokter dan bocah di Tol Jagorawi bukan berasal dari prajurit atau anggota Korps Militer.

"Itu bukan personel TNI (yang lakukan pemukulan)," kata Sabrar saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Kamis (23/8/2018).

(Baca Juga: Seorang Dokter dan Bocah Diduga Dianiaya Oknum TNI di Tol Jagorawi)

Insiden pemukulan tersebut bermula dari sebuah video yang viral di media sosial (Medsos). Awalnya, kekerasan itu diduga dilakukan oleh oknum TNI lantaran di mobil pelaku terdapat stiker TNI.

Terkait hal tersebut, Sabrar menekankan, mobil tersebut bukan milik Mabes TNI. Pasalnya, kata dia, kendaraan itu merupakan milik masyarakat sipil yang kebetulan menggunakan atribut milik TNI.

"Bukan milik TNI itu dari mobilnya. Kan plat nomornya jelas B 1207 TGZ. Itu hanya terdapat stiker TNI-nya saja," jelas Sabrar.

Di sisi lain, Sabrar meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut pemilik dari kendaraan pelaku. Tak hanya itu, dia mempersilakan kepada korban untuk melakukan pelaporan terhadap polisi.

"Nanti kami minta ke Polisi untuk menelusuri kendaraan milik pelaku. Apalagi, plat kendaraan sudah diketahui," tutur Sabrar.

Sebelumnya, seorang dokter muda bernama Reza mengaku menjadi korban penganiayaan oleh oknum anggota TNI saat sedang melintas di Tol Jagorawi arah Jakarta. Saat itu, Reza kebetulan bersama adiknya bernama Rayhan (14), dipukul pria berkulit putih dan badan tegap yang mengendarai mobil Captiva hitam pelat nomor B 1207 TGZ.

Dalam video berdurasi 15 menit itu diceritakan, peristiwa terjadi pada Rabu 22 Agustus sekira pukul 10.00 WIB. Rayhan yang disebutnya masih duduk di kelas SMP berlumuran darah dibagian hidup akibat dipukul oleh pria yang diduga anggota TNI tersebut.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini