Share

Kericuhan Eksekusi Lahan UIN Jakarta Mereda, Warga Sepakat Bongkar Sendiri Bangunannya

Hambali, Okezone · Selasa 28 Agustus 2018 18:58 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 28 338 1942693 kericuhan-eksekusi-lahan-uin-jakarta-mereda-warga-sepakat-bongkar-sendiri-bangunannya-sfgwMz79og.jpg Kericuhan Saat Eksekusi Lahan Milik UIN Jakarta (foto: Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN - Kericuhan terjadi saat proses eksekusi lahan milik UIN Jakarta di Jalan Ir H Juanda, RT 02 RW 04, Cempaka Putih, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (28/8/2018). Namun, setelah perdebatan panjang, akhirnya disepakati bahwa bangunan-bangunan yang berdiri di atas lahan tersebut dibongkar sendiri dengan pemilik.

Warga akhirnya bersepakat membongkar satu-persatu material bangunan. Mereka menolak keras pembongkaran menggunakan alat berat eskavator, lantaran bahan-bahan material itu sengaja akan dikumpulkan kembali untuk dijual.

Kericuhan Eksekusi Lahan milik UIN Jakarta (foto: Hambali/Okezone)Kericuhan Eksekusi Lahan milik UIN Jakarta (foto: Hambali/Okezone)

"Alhamdulillah akhirnya kita sepakati, bahwa pembongkaran dilakukan secara manual oleh para penghuni, kita hormati itu karena mereka mengaku akan menjual lagi materialnya. Nanti selanjutnya, baru kita kerahkan eskavator untuk merubuhkan sisa bangunannya," jelas Encep Dimyati, Kepala Bagian Umum UIN Jakarta saat diwawancarai Okezone, sore tadi.

Dikatakan Encep, proses eksekusi adalah wewenang penuh dari Kejaksaan Negeri Tangerang usai menerima salinan putusan Pengadilan. Oleh karenanya, dia berharap semua pihak termasuk ahli waris yang mengklaim kepemilikan lahan teraebut agar kooperatif dan mematuhi putusan itu.

"Ini wewenang kejaksaan. Jadi secara pribadi, kami tidak punya kepentingan untuk menguasai aset itu, tapi ini adalah amanah negara bahwa kami harus memenuhi tugas tersebut," imbuh Encep.

Lebih lanjut Encep mengungkapkan, sebenarnya pada tahun 1994 silam telah keluar keputusan yang menyatakan bahwa lahan adalah milik UIN Jakarta. Namun ketika itu, sejumlah penghuni memohon kepada pihak UIN untuk memberikan waktu sampai mendapatkan tempat tinggal yang baru.

Kericuhan Eksekusi Lahan milik UIN Jakarta (foto: Hambali/Okezone)Kericuhan Eksekusi Lahan milik UIN Jakarta (foto: Hambali/Okezone)

"Ini sudah selesai dari tingkat pengadilan hingga Mahkamah Agung (MA). Saat itu tidak kita eksekusi karena kita juga iba dengan permintaan para penghuni, mereka akan mencari hunian dulu dan segala macam. Tapi ternyata sampai saat ini, sikap mereka malah berubah, justru menggugat lagi ke pengadilan," katanya.

Menurut Encep, akibat penguasaan lahan oleh warga di area seluas sekira 1,1 hektare itu, pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mendapati sejumlah temuan dan meminta pihak UIN Jakarta segera menuntaskan temuan tersebut.

"Ada temuan BPK atas lahan itu, jumlah nominalnya disebutkan BPK adalah Rp19 miliar, karena kita dianggap lalai dan menyewakan lahan itu. Disamping itu, kita juga memang butuh penambahan gedung untuk sarana perkuliahan, mahasiswa kita terus bertambah drastis tiap tahun, sementara gedung yang ada sudah tak memadai, jadi nanti di lahan itu akan kita bangun gedung baru," pungkas Encep.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini