nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anies Sebut 49 Persen Warga DKI Ngontrak

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 06 September 2018 03:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 05 338 1946634 anies-sebut-49-persen-warga-dki-ngontrak-qsSKNL28QI.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menyebut sebanyak 49 persen penduduk Ibu Kota tak memiliki hunian pribadi. Mereka meminjam tempat milik orang untuk ditempati bersama sanak familinya selama bertahun-tahun.

"Hidup di kota ini harus ada tempat tinggal. 49 persen penduduk DKI ngontrak, minjam tempat. Oh iya, Kota-kota besar lain, megapolitan lain juga begitu. Metropolitan tapi mereka meminjam by choice karena mayoritas pekerjaan, lalu memilih untuk mengontrak," kata Anies saat Membuka acara Rapat Koordinasi Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Auditor Intern Pemerintah (AAIPI) Indonesia di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/9/2018).

.

Menurut dia, permasalahan itu tak akan selesai dalam lima tahun ke depan. Namun, pihaknya sedang berupaya keras agar persoalan ketimpangan di Ibu Kota dapat segera teratasi.

"Nah kami di Jakarta sekarang mau mikirin ini. Saya tidak ingin di ujung nanti tidak punya langkah-langkah strategis membereskan, selesai 5 tahun. Tidak mungkin lah selesai 5 tahun. Tapi langkah awal ke sana disiapkan," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menambahkan, ini merupakan pekerjaan tambahan yang ditinggali dari pemerintahan sebelumnya. Sehingga, ketimpangan itu kian begitu jelas dan seolah tak pernah ada penyelesaian.

"Ini PR tambahan. Ketimpangan kita dahsyat di Jakarta. Dan salah satu penyebab ketimpangan adalah tidak punya rumah. Ini kita semua mengalami begitu. Punya rumah maka kesejahteraan kita, aset kita naik terus bukan?" jelasnya.

(Baca Juga : Rumah DP 0 Rupiah Tak Boleh Dijualbelikan!)

Salah satu solusi yang akan ditawarkan adalah mewujudkan rumah dengan DP nol rupiah. Hal tersebut supaya mereka terbawa di dalam eskalator ekonomi melalui nilai dan bangunan.

"Karena itu mengapa kita ngotot DO nol rupiah, ngotot orang memiliki rumah? Supaya dia terbawa di dalam eskalator sosial ekonomi lewat nilai tanah dan bangunan. Ini dasarnya," tandasnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini