nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gubernur DKI: Tangkap Mafia Tanah!

Muhamad Rizky, Jurnalis · Sabtu 08 September 2018 01:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 07 338 1947697 gubernur-dki-tangkap-mafia-tanah-A8H9Q9QfsW.jpg Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mau memberi toleransi kepada aksi para mafia tanah yang belakangan diungkap jajaran Polda Metro Jaya. Ia menegaskan bahwa para pelaku harus langsung di tangkap.

"Mafia (tanah) nggak ada imbauan, tangkap aja," kata Anies di Jakarta Pusat, Jumat, (7/9/2018).

Keberadaan sindikat mafia tanah yang beraksi di Kabupaten Bekasi, berhasil di bongkar jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Para mafia ternyata juga melibatkan pejabat mulai dari Kepala Desa hingga Camat setempat yang bersekongkol mengklaim tanah milik warga.

"Menurut saya begini, kita apresiasi sekali, karena itu diteruskan. semua yang sifatnya pelanggaran, sampai mafia seperti itu, nanti dibereskan. nanti kita minta di inspektorat review lebih jauh," ungkapnya.

 mafia

Ia juga meminta kepada masyarakat agar berani untuk melaporkan apabila terjadi pelanggaran untuk ditindak tegas.

"Saya harap laporan masyarakat, laporkan bila ada praktek-praktek permafiaan itu, kita akan tindak," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam mengungkap praktik para pelaku mafia tanah yang telah beraksi pada Juli 2014. Ada 11 orang yakni Kades Segaramakmur Amran dibantu Sekdesnya Agus Sopyan dan Syafii yang saat itu menjabat sebagai Staf Desa.

Mereka bekerjasama dengan Camat Tarumajaya, Herman Sujito dan Suhermansyah sebagai Staf Kecamatan serta Barif yang saat itu menjabat sebagai staf bagian pemerintahan, pelaku lainnya yakni Dagul, Jaba Suyatna dan Agus yang berperan sebagai penjual, serta Melly Siti Fatimah sebagai pembeli.

 penanhgkapan

Tersangka Dagul, Jaba dan Agus membuat surat palsu seperti surat kematian dan keterangan waris atas nama almarhumah Raci untuk mengklaim tanah yang berlokasi di Kampung Kelapa Desa Segaramakmur, Tarumajaya. Mereka dibantu Barif selaku staf pemerintahan.

"Faktanya bahwa Raci tidak mempunyai tanah di Kampung Kelapa Desa Segaramakmur, Tarumajaya, meninggal tahun 2006 dan telah menikah dengan memiliki 5 lima anak,” tutur Ade di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Barif menyiapkan dokumen seperti alas hak tanah berupa girik, surat penguasaan fisik, keterangan tidak sengketa dan surat-surat lain. Setelah itu, dilegalisir dan sisahkan oleh Amran selaku Kepala Desa dan Agus Spoyan sebagai Sekdes, sehingga seolah-olah asli.

“Modus para tersangka ini adalah membuat dokumen-dokumen palsu tadi secara lengkap bekerjasama dengan oknum dari tingkat Dusun sampai dengan Kecamatan kemudian mendatangi korban,” ujar dia.

Setelah dokumen lengkap, dilakukan transaksi jual beli kepada Melly Siti Fatimah, sebagai pihak membeli ia menyerahkan uang sebesar Rp 600 juta untuk Barif. Uang itu kemudian dibagikan oleh Barif kepada sejumlah pihak yang telah terlibat membantu proses pembuatan dokumen palsu.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini