nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Agustinus Nekat Menantang Maut di Atas Baliho Pasar Rebo untuk Cari Keadilan

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 13 September 2018 13:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 13 338 1949896 agustinus-nekat-menantang-maut-di-atas-baliho-pasar-rebo-untuk-cari-keadilan-elYkMPJwkV.jpeg Agustinus di atas baliho flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur (Rizky/Okezone)

JAKARTA – Identitas pria yang memanjat papan reklame atau baliho di Flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur terungkap yakni Agustinus Woro (50). Warga asal Inerie Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu nekat menantang maut untuk menuntut keadilan atas peristiwa yang menimpa keponakannya, David Natalis Elopere.

Agustinus naik ke baliho setinggi 10 meter di Pasar Rebo sejak pagi kemarin dan hingga, Kamis (13/9/2018) siang masih bertahan. Petugas sudah berulang kali membujuknya, tapi dia tak mau turun. Dia sudah tercatat berulang kali melakukan aksi serupa.

Kemarin, kepada petugas dia menyerahkan secarik kertas berisi pesan akan turun jika mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD dan Jimly Asshiddiqie datang. Dia ingin mengadu kasusnya ke dua tokoh intelektual itu.

Hari ini, dia memberikan surat lagi yang ditujukan langsung kepada Kapolri, Panglima TNI dan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI). Dalam surat tersebut Ia meminta agar mengusut kasus kematian David Natalis Elopere. Menurutnya, almarhum keponaannya itu meninggal dengan tidak wajar.

"Saya adalah paman kandung anak-anak yatim piatu Alm David Natalis Elopere, siswa kelas II SMK Sanjaya Bajawa yang meninggal tidak wajar di tangan oknum TNI/AD Kodim Ngada yang merupakan Babinsa Kecamatan Soa, tanggal 10 Juli 2016 (sesuai surat rekomendasi kepala Desa Inerie 2 Agustus 2016 terlampir) yang belakangan diketahui meninggal karena kecelakaan tunggal menggunakan sepeda motor Dinas TNI (copy SP2HP Lantas Polres Ngada terlampir),” tulis Agustinus di surat tersebut.

“Anak Kristiani Yanuarius Elopere siswa SMPN 2 Aimere yang dikeluarkan dari sekolahnya oleh oknum kepala sejolah pada tanggal 28 Februaru 2015 dengan alasan terlalu nakal dan tidak bayar uang komite sekolah (berita acara mediasi bermasalah terlampir).”

Dalam surat yang ditandatanganinya itu, dia menuntut aparat negara bertindak profesional menangani kasus tersebut.

“Dengan ini mohon kerjasama sinerginya untuk membantu pengusutan misteri kematian anak yatim piatu ini secara profesional oleh pihak Kepolisian RI maupun oleh Denpom TNI/AD sesuai dengan bukti awal SP2HP Lantas Polres Ngada yang kami terima tanggal 16 Marer 2018 (terlampir) yang masih penuh misteri dan penuh keraguan," demikian surat Agustinus.

Sehari sebelumnya, Agustinus juga menulis di secarik kertas. "Saya hanya tunggu kedatangan Prof Jimly Asshiddiqie dan Prof Mahfud MD untuk membawa saya menyelesaikan kasus besar yang sudah dijanjikan Presiden Joko Widodo (youtube).”

Di bawah surat itu, dia juga membuat tanda strip bertulis “Kontras dan Komnas Anak”.

Hingga saat ini Agustinus masih berada di atas Baliho dan belum mau turun. "Masih diatas," kata Kepala Seksi Operasional Suku Dinas PKP Jakarta Timur, Gatot Sulaiman saat di konfirmasi Okezone.

Gatot pun tak mengetahui berapa lama Agustinus akan tetap bertahan di atas baliho.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini