nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembangunan Stadion "Old Trafford" Molor, Ini Alasan Pemprov DKI

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 15 September 2018 10:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 14 338 1950700 pembangunan-stadion-old-trafford-molor-ini-alasan-pemprov-dki-w24c8e5Xyd.jpg Lokasi rencana pembangunan Stadion "Old Trafford". (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)

JAKARTA - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Ratiyono menjelaskan alasan molornya pembangunan Jakarta International Stadium di Jalan Danau Sunter Barat, Jakarta Utara, yang disebut akan seperti Old Trafford milik Machester United.

Ratiyono mengatakan, pihaknya menggunakan mekanisme kerja sama pemerintah daerah dan badan usaha (KPDBU) dalam pembangunan stadion. Kini, skema perjanjiannya sedang dirancang oleh Dinas Penanaman Modal dan PTSP DKI Jakarta.

"Sekarang sedang diproses bersama Dinas PTSP. Itu akan kita kerjakan dengan konsep KPDBU," kata Ratiyono kepada Okezone, Rabu 12 September 2018.

Ia menargetkan pengerjaan pembangunan itu akan dilaksanakan pada 2019. Dirinya tak memungkiri bila hal itu molor dari target yang sebelumnya, yaitu akhir 2018. Nantinya, proyek itu diprediksi akan selesai dalam waktu 2,5 tahun.

Foto: Fadel Prayoga/OkezoneLahan pembangunan Jakarta International Stadium. (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)

"Ya saya kira kalau tahun 2018 skemanya (KPDBU selesai), pengerjaannya di tahun 2019," imbuh dia.

Ketika menggunakan sistem KPDBU, ada keuntungan yang didapat oleh Pemprov DKI, yaitu tak mengeluarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sepeser pun. Kontraktor yang telah memenangi tahap pelelangan memiliki kewajiban untuk mencari dana dalam berinvestasi di bidang infrastruktur tersebut.

"Dengan KPDBY maka tidak mengeluarkan duit APBD. APBD digunakan untuk melayani pendidikan, kemiskinan dan kesehatan," ujarnya.

Beberapa waktu lalu sudah ada satu kontraktor yang menawarkan diri ke Dispora DKI Jakarta untuk membangun stadion itu, yakni PT. Pembangunan Perumahan (PT PP).

"Semua masih diproses, jadi belum diputuskan. Enggak boleh buru-buru. Itu (PT PP) salah satunya pengusul dan yang ingin ikut salah satunya PT PP," kata dia.

Foto: Fadel Prayoga/OkezoneLahan pembangunan Jakarta International Stadium. (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)

Pembangunan markas untuk Persija FC, kata Ratiyono sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov DKI periode 2017-2022. Sehingga, ia meminta kepada masyarakat untuk tak khawatir, karena Dispora akan berusaha keras untuk menunaikan rencana tersebut.

"Yaitu termasuk ke dalam proyek strategis daerah," kata dia.

Skema KPDBU Selesai 2 Minggu

Ketika dikonfirmasi ke Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP DKI Jakarta, Edy Junaidi mengatakan, pihaknya sedang melakukan pembahasan terkait perubahan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 22 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur yang sudah ditetapkan pada 28 Maret 2018.

Edy menargetkan dalam waktu dua minggu ke depan rancangan skema KPDBU akan selesai. Pada Rabu, 26 September 2018 akan keluar Pergub yang baru sehingga SKPD di lingkungan Pemprov DKI akan bisa memulai kerja sama dengan pihak ketiga untuk membangun infrastruktur di Ibu Kota.

"Mudahan-mudahan nanti dalam 2 minggu selesai," jelasnya kepada Okezone.

Edy enggan menjelaskan soal isi mekanisme KPDBU tersebut. Hal tersebut agar tak menimbulkan kesimpangsiuran informasi kepada publik.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini