nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tubuh Seorang Pemuda di Bekasi 'Mengering' Akibat Tumor di Perut

Wijayakusuma, Jurnalis · Rabu 26 September 2018 15:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 26 338 1955854 tubuh-seorang-pemuda-di-bekasi-mengering-akibat-tumor-di-perut-UalvIRCmtk.jpg Kondisi Syarif Maulana Alias Cilik Mengidap Tumor di Perut (foto: Wijayakusuma/Okezone)

BEKASI - Kepedihan mendalam tengah dirasakan Syarif Maulana alias Cilik, warga RT 01/RW 06, Kampung Serang, Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pemuda berusia 27 tahun itu harus rela menahan sakit yang luar biasa, akibat tumor yang bersarang di dalam perutnya.

Terhitung tujuh bulan sudah Cilik menderita penyakit tumor tersebut. Semakin hari perutnya kian membuncit, disertai dengan tubuh yang semakin mengering. Berat badannya bahkan berkurang drastis, sehingga membuat penampilannya tak lagi segagah dulu.

Cilik yang tinggal bersama kedua orangtuanya di sebuah rumah berukuran kecil, sehari-harinya hanya bisa berbaring lemah tanpa bisa beraktivitas apapun. Kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan, menjadi salah satu hambatan bagi Cilik untuk memperoleh pengobatan serius.

Kondisi Syarif Maulana alias Cilik Mengidap Tumor di Perut (foto: Wijayakusuma/Okezone)	Kondisi Syarif Maulana alias Cilik Mengidap Tumor di Perut (foto: Wijayakusuma/Okezone) 

Akibat penyakitnya itu, Cilik pun harus rela kehilangan pekerjaan sebagai Pekerja Harian Lepas (PHL) sopir armada sampah pasar di Kabupaten Bekasi, yang sudah dilakoninya selama dua tahun terakhir.

"Saya diberhentikan dan tidak mendapatkan gaji sama sekali. Padahal kalau dapat gaji bisa digunakan buat keperluan sehari-hari, untuk ongkos ketika berobat atau buat beli makanan," kata Cilik kepada Okezone di kediamannya, Rabu (26/9/2018).

Dengan berbekal Kartu Indonesia Sehat (KIS), Cilik pun sempat beberapa kali berobat ke rumah sakit. Namun oleh pihak rumah sakit, Cilik tidak diberikan penanganan medis seperti tindakan operasi. Ia hanya disuruh berobat jalan, meski hasil rontgen dan cek darah menyatakan dirinya positif mengidap tumor.

"Alasan pihak rumah sakit katanya tidak berani melakukan operasi pengangkatan tumor di perut saya. Makanya sampai sekarang perut saya makin buncit, ditambah sering sekali sakit," akunya

Lantaran keterbatasan biaya, Cilik hanya bisa berdiam diri di rumah tanpa ada penanganan medis yang didapatnya. Penghasilan sang ayah yang hanya seorang kuli pabrik, memaksanya untuk pasrah dan tak bisa berharap banyak. Cilik hanya bisa berharap ada dermawan yang mau membantu biaya operasinya kelak.

"Saya hanya bisa berdoa dan berharap ada pihak rumah sakit yang bisa menangani penyakit tumor yang saya derita. Serta kiranya ada donatur yang bisa membatu untuk berobat, karena selama berobat saya hanya menggunakan KIS," harapnya.

Sementara, kedua orangtua Cilik mengaku tak tega melihat penderitaan yang dialami sang anak setiap hari. Terlebih saat nyeri di perut Cilik datang, mereka hanya bisa menyaksikannya mengerang kesakitan.

"Sangat miris melihat kondisi anak saya. Tiap hari perutnya tambah buncit dan terus kesakitan. Saya benar-benar tidak tega melihatnya, hanya bisa nangis. Apalagi kalau malam, anak saya susah tidur karena sekujur tubuhnya panas dan nyeri. Obat dari dokter juga tidak mempan hilangin sakitnya," keluh sang ayah, Tono (53).

Meski mengaku pasrah, namun Tono tetap berharap ada uluran tangan dari berbagai pihak yang iba dengan kondisi Cilik.

"Kami sangat berharap kepada pemerintah dan uluran tangan para donatur, agar bisa membantu untuk operasi anak kami secepatnya. Supaya anak kami bisa kembali sehat, tidak begini terus kondisinya," imbuhnya.

 

Terpisah, Ketua RT setempat, Emin Suryana (40) mengaku telah mengupayakan pembuatan KIS untuk Cilik, agar ia bisa mendapatkan pengobatan medis di rumah sakit tanpa harus mengeluarkan biaya apapun.

"Kami selaku Ketua RT 02 sudah berusaha membantu saudara Cilik untuk berobat ke rumah sakit dengan menggunakan KIS. Tidak ada yang dipersulit pihak rumah sakit. Biaya yang dikeluarkan untuk berobat juga tidak ada, selama menggunakan KIS," ujarnya.

Emin pun berharap, warganya tersebut dapat segera dioperasi untuk mengangkat tumor yang bersarang di perutnya. "Kalau operasi memang belum dilaksanakan. Semoga saja dalam waktu dekat ini bisa dilakukan operasi, dengan bantuan seluruh pihak terkait pastinya," tandasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini