Share

Kadis Pariwisata DKI: Biaya Ratna Sarumpaet ke Chile Sekitar Rp60-70 Juta

Fadel Prayoga, Okezone · Jum'at 05 Oktober 2018 00:17 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 05 338 1959898 kadis-pariwisata-dki-biaya-ratna-sarumpaet-ke-chile-sekitar-rp60-70-juta-rFOUvYC5Ss.jpg Ratna Sarumpaet (Dok. Okezone)

JAKARTA - Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro mengakui kalau pihaknya membiayai Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Ratna Sarumpaet ke Chile untuk menghadiri acara "The 11th Women Playwrights International Conference 2018" di Santiago, Chile.

"Dari sebulan yang lalu kalau enggak salah. Enggak baru, kan prosesnya panjang," kata Asiantoro kepada Okezone, Kamis (4/10/2018) malam.

Keberangkatan Ratna yang dibiayai oleh Pemprov DKI, kata dia, adalah hal biasa. Sebab, mantan timses Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 itu memiliki keahlian di bidang seni, sehingga wajar saja bila pemerintah daerah membiayainya. "Karena berbarengan mau berangkat jadi ramai. Enggak mungkin ujug-ujug berangkat," jelasnya.

Ratna Sarumpaet Bantah Adanya Penganiayaan terhadap Dirinya

(Baca Juga: Ratna Sarumpaet Ajukan Surat Permohonan Sponsor ke Anies Agar Bisa ke Chile)

Asiantoro menerangkan, pihaknya mengeluarkan anggaran sekira Rp60 hingga 70 juta untuk kepergian Ratna. Proses pengajuan biaya itu sudah dilakukan dari sebulan atau dua bulan yang lalu.

"Sekitar Rp60-70 an lah. Itu untuk biaya pulang pergi. Tiket, uang saku dan hotel," kata Asiantoro.

Ia menegaskan, Pemprov DKI tak akan menutup kesempatan untuk masyarakat Ibu Kota lain yang mempunyai prestasi untuk mengajukan dana ke Pemprov DKI. "Bisa yang penting punya prestasi dong. Iya harus punya prestssi yang jelas," ujarnya.

Pemprov DKI, lanjut dia, pada bulan November 2018 pun akan memberangkatkan R. Franki S. Notosudirdjo atau lebih dikenal dengan nama Franki Raden dan timnya ke Korea Selatan untuk tampil di negeri ginseng tersebut.

"Franki Raden ada mau ke Korea sama timnya," pungkasnya.

Diberitakan Okezone sebelumnya, dalam surat permohonan yang diperoleh Okezone, Ratna ternyata sudah mengajukan permohonan pada Pemprov DKI Jakarta sejak 31 Januari 2018. Artinya, surat itu diajukan jauh sebelum berita hoaks terkait pernganiayaan yang dialaminya menjadi konsumsi publik. Surat tersebut pun langsung diajukannya pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini