nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sistem Ganjil-Genap Tak Berlaku pada Akhir Pekan & Tanggal Merah

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Minggu 14 Oktober 2018 20:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 14 338 1963944 sistem-ganjil-genap-tak-berlaku-pada-akhir-pekan-tanggal-merah-YBIb2XXtAJ.jpg

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 106 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas Ganjil-Genap.

Aturan ini melanjutkan pengaturan sistem ganjil-genap meskipun perhelatan Asian Para Games 2018 telah berakhir. Namun, sistem ganjil-genap bagi kendaraan roda empat ini tak berlaku pada akhir pekan dan setiap libur tanggal merah.

"Tidak diberlakukan pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden," demikian bunyi Pergub 106/2018 dalam Pasal 3 Ayat 3 yang dikutip Okezone, Minggu (14/10/2018).

Sementara itu, Pasal 3 Ayat 2 Pergub 106/2018 mengatur pemberlakuan sistem ganjil-genap yang ditetapkan dari Senin sampai Jumat mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan 10.00 WIB. Kemudian dilanjutkan pada jam pulang kerja mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB.

Sejumlah ruas jalan protokol di Jakarta diberlakukan sistem ganjil-genap dalam Pasal 1 Pergub 106/2018 tersebut. Jalan itu di antaranya Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH. Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Jenderal Gatot Subroto.

Kemudian sebagian Jalan Jenderal S Parman (simpang Slipi-Simpang Tomang), Jalan MT Haryono, Jalan HR Rasuna Said, Jalan Jenderal DI Panjaitan, dan Jalan Jenderal Ahmad Yani.

(Baca Juga: Pergub 106/2018 Diterbitkan, Ini Aturan Sistem Ganjil-Genap di Ibu Kota)

Sementara itu, pemberlakuan sistem ganjil-genap ini tidak berlaku untuk kendaraan pimpinan lembaga tertinggi negara seperti Presiden dan Wakil Presiden. Ketua DPR, Ketua DPD, dan Ketua MPR. Selanjutnya Ketua MA, Ketua MK, dan Ketua BPK.

Selain itu, kendaraan tamu negara, pejabat negara asing, kendaraan berplat TNI-Polri, ambulance, Damkar, dan angkutan umum berplat kuning. Serta kendaraan Pertamina, kendaraan pengangkut penyandang disabilitas, dan kendaraan yang telah melalui pertimbangan Polri.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini