nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Tersangka Penembak Gedung DPR Ambil Senjata di Gudang Perbakin

Badriyanto, Jurnalis · Selasa 16 Oktober 2018 18:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 16 338 1964864 2-tersangka-penembak-gedung-dpr-ambil-senjata-di-gudang-perbakin-30n7fI8COE.jpg Peluru nyasar menembus dua ruangan anggota DPR RI (Foto: Ist)

JAKARTA - Polisi telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus penembakan ruang kerja anggota DPR RI, masing-masing pelaku berinisial IAW dan RMY menggunaka pistol jenis Glock 17 dan merek AKAI Costum kaliber 40 yang selama ini disimpan dari di gudang senjata milik Perbakin.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta mengatakan, senjata ini merupakan milik teman pelaku yang berinisal A dan G.

"Ini senjata yang disimpan di gudang senjata (Perbakin) dan mereka meminjam. A dan G yang memiliki senjata ini," ujar Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Nico menjelaskan, bahwa peluru yang menembus ruang 1601 milik anggota DPR Wenny Warouw dan ruang 1313 Bambang Heri Purnama dilesakan lewat pistol Glock 17 yang digunakan IAW.

(Baca Juga: DPR Ingin Pasang Kaca Antipeluru, JK: Berlebihan, Mahal Sekali Itu!)

Senjata tersebut dapat memuntahkan empat peluru secara sekaligus karena menggunakan alat modifikasi Switch Customise, karena itulah peluru meleset dari sasaran dan menembus ruang kerja anggota DPR RI.

"Dimodifikasi sehingga kalau dimasukan peluru, empat peluru begitu ditembakan," jelas Nico.

Polisi juga telah menyita beberapa barang bukti dari tangan keduanya tersangka, di antaranya berupa satu pucuk senjata api jenis Glock 17 warna hitam cokelat, tiga buah magazin, serta tiga kotak peluru ukuran 9x19 mm.

Senjata lain yang disita adalah satu pucuk senjata api merek AKAI Costum kaliber 40 warna hitam, dua buah magazin, dan tiga kotak peluru 9x19 mm.

Akibat perbuatannya itu kedua pelaku disangkakan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 Tahun penjara.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini