Share

Dishub DKI Akui Kesulitan Tertibkan Ojek Online yang Parkir Sembarangan

Achmad Fardiansyah , Okezone · Kamis 18 Oktober 2018 12:50 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 18 338 1965660 dishub-dki-akui-kesulitan-tertibkan-ojek-online-yang-parkir-sembarangan-WgNyCWXqb8.jpg Sejumlah ojek online parkir sembarangan di jalanan Jakarta. (Foto: Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA – Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyatakan belum bisa menertibkan secara optimal ojek online yang mangkal di sembarang tempat. Hal itu sebagaimana diakui Pelaksana Tugas (Plt) Kadishub DKI Jakarta Sigit Wijadtmoko.

Ia mengatakan bahwa upaya menuntaskan persoalan ojol ini baru sampai tataran memberikan ruang antar-jemput penumpang.

(Baca juga: Massa Ojek Online Demo Kantor Gojek: Kita Cari Keadilan di Sini!)

"Ya kan gini, kemarin kan kita sudah mengawali ya bahwa beberapa bulan yang lalu berkaitan dengan pick-up dan drop-off point untuk online. Gitu. Diawali dengan aset milik Pemprov (DKI Jakarta) dan ini dilakukan untuk bergerak ke gedung-gedung swasta maupun kantor-kantor seperti itu," kata Sigit ketika dikonfirmasi, Kamis (18/10/2018).

Sejumlah ojek online parkir sembarangan di Stasiun Cawang. (Foto: @TMCPoldaMetro)

Ia menambahkan, saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pihak penggelola ojek online terus melakukan komunikasi untuk memecahkan permasalah tersebut. Salah satunya tercetus ide memperbanyak membangun shelter yang diperuntukkan bagi para ojol.

"Rencananya ada komunikasi dari teman-teman online. Ada konsep terkait shelter. Yang pasti, kita mau dengarkan juga ini fakta dan harus di-maintenance atau harus dikelola supaya enggak ganggu kepentingan lain," tegasnya.

(Baca juga: MA Putuskan Menhub Harus Cabut Peraturan Transportasi Online)

Sigit mengungkapkan, shelter-shelter untuk ojol sebenarnya sudah ada, namun hanya di gedung-gedung pemerintahan.

"Sudah. Sudah kan. Baru di gedung pemerintah, pengawasan, monitoring, maupun sistem reward and punishment di mereka juga jadi concern kami. Karena utilitas dan perangkat digitalisasi akan lebih mudah pengawasan dan pemantauannya. Ini yang kami minta agar mereka tergerak untuk itu," jelasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini