nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

11 Pelajar SMK 57 Pasar Minggu Ditetapkan Tersangka, 2 Orang Langsung Ditahan

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Senin 22 Oktober 2018 20:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 22 338 1967520 11-pelajar-smk-57-pasar-minggu-ditetapkan-tersangka-2-orang-langsung-ditahan-mfdpHCNiu4.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

DEPOK - Polisi menetapkan 11 pelajar SMK 57 Pasar Minggu, Jakarta Selatan menjadi tersangka karena terlibat penyerangan yang menyebabkan Rizky Ramadhan (17) pelajar SMA Al-Hidayah Lestari Lebak Bulus, Jakarta Selatan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kesebelas pelajar yang menjadi tersangka tersebut yakni, MT, KB, IF, FA, ER,AZ, KD, MR, SR, MD dan MN.

Kapolsek Limo Kompol M Iskandar mangatakan, dari 11 pelajar yang menjadi tersangka hanya dua pelajar yang dijebloskan ke sel tahanan, sedangkan 9 pelajar lainya hanya dikenakan wajib lapor lantaran turut serta membantu aksi penyerangan.

"Kami sudah tetapkan 11 pelajar jadi tersangka tapi hanya 2 yang ditahan karena membawa sajam dam membacok korban sampai meninggal. Karena masih anak-anak kita kerja sama dengan Bapas dan 9 orang sisanya kami kembalikan ke orang tua," kata Iskandar saat dihubungi Okezone.com, Senin (22/10/2018).

(Baca Juga: Kasus Tawuran Pelajar SMK 57 Jakarta, Polisi Periksa Guru SMK Al-Hidayah Lestari)

Ilustrasi

Dia mengungkapkan, tidak ditahannya 9 pelajar tersebut lantaran para tersangka masih di bawah umur, sementara dua pelajar yang melakukan pembacokan saat ini ditahan di rumah tahanan khusus anak di Polsek Beji Depok.

"Mereka masih anak-anak di bawah umur. Jadinya, tidak ditahan di tempat dewasa ada penjara khusus untuk anak -anak di Polsek Beji," jelasnya.

Iskandar mengungkapkan, sebanyak 11 pelajar SMK 57 Pasar Minggu yang terlibat menyerang hingga menyebabkan pelajar SMA Al-Hidayah Lestari Lebak Bulus tewas 1 orang dan 3 luka parah parah itu dijerat pasal berbeda.

"Untuk pertanggungjawabkan perbuatanya 9 pelajar kita jerat Pasal 358 tentang penyerangan secara bersama-sama dengan ancaman di bawah 5 tahun jadi tidak di penjara. Kalau dua pelajar kita jerat Pasal 351 Ayat (3) dengan ancaman di atas 5 tahun," tutupnya.

Sebanyak 10 pelajar SMK Al-Hidayah Lestari Lebak Bulus, Jakarta Selatan seketika diserang dengan menggunakan senjata tajam dengan puluhan puluhan pelajar SMK 57 Pasar Minggu, Jakarta Selatan di Depan Lapangan Golf Jalan Punak Pangkalanjati, Cinere Kota Depok, Jumat 19 Oktober 2018 sekira pukul 20.30 WIB malam.

Aksi penyerangan tersebut membuat seorang pelajar SMK Al-Hidayah Lestari Risky Ramadhan (17) warga Cilobak Raya Rt 03/01, Pangkalanjati, Cinere, Depok tewas dilokasi dan rekannya Wahyudin Ibrahim (17), Abdul Gani (17), Wahyu Ibrahim (17) hanya mengalami luka -luka di bagian tubuh akibat senjata tajam.

"Kejadiannya berawal ketika rombongan korban dari sekolah SMK Al-Hidayah lestari bersama sekitar 10 rekannya sedang konvoi naik sepeda motor dari arah pure jalan Punak, pangakalan jati, cinere. Kemudian di pertigaan rombongan korban dihadang oleh sekitar 30 orang pelajar yang tidak diketahui diduga SMK 57 Pasar Minggu langsung menyerang dengan menggunakan senjata tajam dan alat lainnya," kata Paur Humas Polresta Depok Ipda I Made Budi saat dihubungi wartawan, Sabtu 20 Oktober.

Made mengungkapkan, usai melakukan penyerangan terhadap konvoi motor yang dilakukan SMK Al-Hidayah lestari pada malam hari, puluhan SMK 57 Pasar Minggu langsung melarikan diri. Namun, baru disadari setelah penyerangan itu Risky Ramadhan sudah terkapar dengan luka bacok di bagian perut sebelah kiri.

"Selanjutnya setelah melakukan penyerangan, para pelaku langsung melarikan diri.

Dari pihak korban, ada satu yang terkapar tidak sadarkan diri dan 3 orang yang luka, langsung dibawa ke RS. Prikasih lanjut dirujuk ke RS Fatmawati," paparnya.

Pihak kepolisian yang mendapatkan informasi langsung melakukan olah TKP dan membuat visum di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Made menjelaskan karena lokasi di perbatasan antara Depok dan Cilandak pihaknya langsung berkoordinasi dengan polsek setempat guna penyelidikan lanjutan.

"Kami sudah koordinasi dengan Polsek Cilandak untuk melakukan penyelidikan lanjutan dan hasil visum juga sudah dibuat di RS Fatmawati. Pengungkapan tinggal polsek koordinasi dengan pihak sekolah yang bersangkutan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini