nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditolak Ormas Islam, Birthday Party Kelompok LGBT di Tangsel Batal Digelar

Hambali, Jurnalis · Selasa 30 Oktober 2018 15:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 30 338 1970977 ditolak-ormas-islam-birthday-party-kelompok-lgbt-di-tangsel-batal-eiyymKuLak.jpg Ilustrasi LGBT (foto: Okezone)

TANGERANG SELATAN - Beredar pamflet dan sosial media tentang rencana kegiatan Birthday Party oleh kelompok Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang akan berlangsung, pada Rabu 31 Oktober 2018 di kawasan Grand Charly BSD Junction, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).

Sesuai keterangan yang tertera dalam pamflet undangan, Birthday Party akan dikemas dengan pemilihan King and Queen Tangerang 2018. Acaranya pun digelar mulai pukul 21.00 WIB hingga larut malam.

(Baca Juga: Heboh Grup Gay, Ratusan Pelajar SMP di Garut Deklarasi Tolak LGBT) 

Mendengar kabar yang ramai beredar itu, sontak ormas-ormas Islam di wilayah Tangsel menolak. Mereka mengecam kegiatan yang diduga akan dimanfaatkan kalangan LGBT sebagai ajang penyaluran seks menyimpang.

"Baru saja kita dikejutkan oleh berita akan diselenggarakannya pesta LGBT di BSD. Reaksi keras sudah beredar di grup-grup WA (WhatsApp). Beberapa kawan kita sudah sigap meresponsnya dengan sidak ke lokasi dan berkomunikasi dengan pihak berwenang," kata Arif Wahyudi, Ketua Forum Bersama Tangerang Selatan (Forbest) kepada Okezone, Selasa (30/10/2018).

Pamflet Birthday Party LGBT di Tangsel (foto: Ist)	 

Guna memastikan kebenaran informasi itu, lalu sejumlah ormas yang tergabung dalam Forbest menunggu hasil penyelidikan pihak terkait. Meski demikian, mereka tetap tegas menolak kegiatan apapun yang menjadi wadah kontestasi bagi kalangan LGBT di Kota Tangsel.

"Kepada segenap pemangku kepentingan, kami menegaskan sikap penolakan terhadap kegiatan dan perilaku LGBT di Kota Tangsel," jelas Arif.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel bersama kepolisian kemudian bergerak cepat. Sejumlah aparat gabungan yang terdiri dari kepolisian, Dinas Pariwisata, Satpol PP, mendatangi pengelola Grand Charly Karaoke di BSD. Mereka meminta penjelasan manajemen tentang adanya rencana kegiatan tersebut.

"Kami sudah melakukan pengecekan ke Grand Charly BSD Junction, ternyata acara tersebut belum terkonfirmasi ke pihak BSD Junction dan Charly Karaoke. Kami meminta klarifikasi tertulis dari karaoke Charly dan ITC terkait informasi yang beredar di media sosial dan lainnya," jelas Judianto, Kepala Dinas Pariwisata Tangsel dikonfirmasi terpisah.

(Baca Juga: Polisi Tangkap 2 Admin Grup Facebook Gay Bandung Indonesia) 

Dalam pengecekan ke lokasi Grand Charly BSD Junction, sambung Judianto, pihak pengelola justru tidak tahu-menahu jika fasilitas tempat hiburannya akan dijadikan lokasi pemilihan King and Queen se-Tangerang pada 31 Oktober besok.

"Pihak Charly merasa kaget dan kecolongan atas beredarnya undangan tersebut, dan mereka merasa dirugikan atas beredarnya informasi itu," ucapnya.

Pengelola Charly BSD Junction sendiri mengaku, bahwa sebelumnya pernah ada tamu yang datang menanyakan harga room yang tersedia untuk perayaan ulang tahun pada 31 Oktober 2018. Namun ketika itu, tidak ada pembayaran Down Payment (DP), sehingga pemesanannya belum bisa diproses.

"Pihak pengelola memastikan kepada kami bahwa kegiatan tersebut tidak akan berlangsung di sana," tukas Judianto.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini